Palangka Raya - Pembukaan Kalteng Expo dan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2026 berlangsung di GOR Indoor Serbaguna, Jalan Cilik Riwut Km 5,5, Palangka Raya, Minggu (17/5/2026).
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Tengah turut ambil bagian dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah melalui stand pameran yang mengangkat tema ekonomi biru sesuai visi dan misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah, Sri Windanarni mengatakan, pihaknya mendukung program ekonomi biru sebagai upaya menjaga kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui ekonomi biru, kami ingin menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan agar tetap lestari untuk generasi mendatang. Semakin meningkatnya jumlah penduduk tentu berdampak pada tingginya eksploitasi sumber daya alam, sehingga perlu dijaga bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, DKP Kalimantan Tengah juga terus mendorong peningkatan kawasan konservasi sebagai bagian dari target nasional menuju tahun 2045, termasuk berbagai program penanggulangan sampah di wilayah pesisir pantai.
Menurutnya, kebersihan pantai sangat berpengaruh terhadap kesehatan sumber daya perikanan serta mendukung sektor pariwisata pesisir.
“Kalau pantai bersih tentu masyarakat dan wisatawan akan nyaman datang. Selain menjaga kelestarian lingkungan, ini juga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat pesisir,” katanya.
Sri Widanarni menambahkan, pihaknya juga mengajak masyarakat pesisir untuk bersama-sama menjaga lingkungan pantai dan mangrove guna mengurangi abrasi yang dapat mengancam wilayah pesisir.
Selain itu, DKP juga melakukan pembinaan kepada nelayan dan pelaku usaha perikanan agar menerapkan standar mutu dalam proses budidaya, penangkapan hingga pengolahan hasil perikanan.
“Ketika kualitas produk perikanan terjaga, maka nilai jual hasil tangkapan nelayan juga akan meningkat sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Pada stand pameran Kalteng Expo 2026, DKP Provinsi Kalimantan Tengah turut menampilkan berbagai produk unggulan hasil olahan perikanan dan kerajinan masyarakat pesisir.
Berbagai produk tersebut di antaranya kerupuk amplang, olahan ikan, hingga kerajinan berbahan sisik ikan seperti bros bunga dan aksesoris lainnya. Selain itu, tanaman mangrove juga diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti sabun dan sirup.
“Harapannya hasil olahan sumber daya kelautan dan perikanan ini bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir di Kalimantan Tengah,” tutupnya.
(Era Suhertini)
0 Comments