Kalteng

Semangat Instruktur Yoga Masa Depan dari Bumi Tambun Bungai

Palangka Raya— Kecintaan masyarakat terhadap olahraga yoga kini semakin  meningkat , tak terkecuali  di palangkaraya. Demi menggapai mimpi menjadi guru yoga profesional dan bersertifikasi, sejumlah praktisi yoga asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menimba ilmu secara mendalam melalui Yoga School Vidyarasa Cibubur, Bogor, Jawa Barat, yang kini hadir langsung di "Kota Cantik" Palangkaraya.

Antusiasme warga Bumi Tambun Bungai ini bermula ketika pendiri (founder) Yoga School Vidyarasa, Nungky, hadir langsung di Palangkaraya untuk menggelar lokakarya (workshop) di salah satu studio yoga setempat. Dalam kesempatan tersebut, Nungky memperkenalkan kurikulum yoga berstandar internasional 500 jam E-RYT (Experienced Registered Yoga Teacher).

Pertemuan tersebut menjadi titik balik bagi tiga calon instruktur yoga setempat—Astrid, Neni, dan Riska—untuk memantapkan langkah mendalami olahraga pengolah tubuh dan pikiran ini, mereka menempuh pendidikan 100 hingga 200 jam pelajaran,bahkan tidak hanya menempuh pendidikan di kalteng saja merekapun bergabung dengan siswa yang ada di Banjarmasin Kalimantan selatan. 3 praktisi yoga menceritakan pengalamannya, saat ditemui Huma Betang Tv, usai mengikuti Ujian Praktek menjadi seorang pengajar yoga, di guest house inaura di jalan RTA. Milono Palangkaraya, Rabu ( 16/9/2026).  

Astrid, salah seorang peserta calon guru yoga asal Palangkaraya, mengungkapkan alasannya memilih Yoga School Vidyarasa sebagai wadah menempuh pendidikan kepelatihan.

"Awalnya kami melihat profil Yoga School Vidyarasa sangat profesional dan komprehensif. Ditambah lagi, Kak Nungky sempat datang langsung ke Palangkaraya, jadi kami semakin yakin bahwa sekolah ini adalah tempat terbaik untuk belajar anatomi tubuh dan teknik mengajar yang benar," ujar Astrid.

Hal senada diungkapkan oleh Neni. Selain didasari hobi dan passion di bidang yoga, motivasi utamanya adalah membawa dampak positif bagi masyarakat lokal melalui pengajaran yang terstruktur dan aman.

"Tujuan utama kami mengikuti sekolah ini adalah ingin menjadi guru yoga yang bersertifikat resmi dan siap membimbing masyarakat di daerah kami secara profesional," jelas Neni.

Sementara itu, Riska menegaskan bahwa keunggulan kurikulum Vidyarasa terletak pada kedalaman materi, mulai dari pemahaman anatomi hingga seni merangkai gerakan (sequencing asanas). Berbekal ilmu dan pengalaman yang didapatkan, ketiganya telah merancang cita-cita besar untuk mendirikan studio yoga sendiri di Kalimantan Tengah.

"Kami berharap kehadiran studio kami nantinya bisa menularkan gaya hidup sehat bagi warga Kalimantan Tengah secara lebih luas," ungkap Riska.

Peserta yang mengikuti program pelatihan ini tidak hanya datang dari Kota Palangkaraya, melainkan juga dari beberapa kabupaten di wilayah Kalimantan Tengah.

Melihat tingginya animo masyarakat, Yoga School Vidyarasa merencanakan sistem "jemput bola" untuk tahun ajaran mendatang. Melalui skema ini, tim pengajar Vidyarasa yang akan hadir secara berkala di Palangkaraya, sehingga para calon instruktur di Kalimantan Tengah tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Bogor untuk mendapatkan sertifikasi bertaraf nasional.

(Olivia Teja)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments