PALANGKA RAYA – Menjelang masuknya bulan suci Ramadan, sinyal waspada terhadap kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 kilogram mulai dikumandangkan. Komisi II DPRD Kota Palangka Raya mengingatkan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera memetakan potensi gangguan pasokan demi menjaga ketenangan ibadah masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Tantawi Jauhari, menegaskan bahwa peningkatan aktivitas rumah tangga dan UMKM selama bulan puasa biasanya memicu lonjakan permintaan yang drastis. Jika tidak diantisipasi sejak dini, kelangkaan "gas melon" diprediksi akan menjadi persoalan klasik yang berulang.
Menurut Tantawi, Ramadan bukan sekadar momentum religi, tetapi juga periode puncak konsumsi pangan. Meningkatnya aktivitas memasak, baik untuk keperluan pribadi maupun pedagang takjil dadakan, secara otomatis akan menyedot stok LPG 3 kg di pasaran.
"Kita tidak ingin masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa justru dibebankan dengan sulitnya mencari gas subsidi. Pemerintah kota harus memastikan bahwa kuota yang ada benar-benar cukup dan tersalurkan dengan tepat sasaran," ujar Tantawi Jauhari dalam keterangannya.
(Olivia Teja)
0 Comments