PALANGKA RAYA – Dalam keterangannya pada Jumat (6/3/2026), Nenie menekankan bahwa mesin pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya bertumpu pada APBD, melainkan harus didorong oleh sektor swasta yang kuat. belanja pemerintah memiliki keterbatasan volume dan waktu. kehadiran investor swasta menjadi krusial untuk membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan daya beli masyarakat di Kota Cantik.
"Kita harus realistis, anggaran pemerintah itu ada batasnya. aspek utama yang agar para investor melirik Palangka Raya sebagai destinasi bisnis yang menjanjikan, Deregulasi dan Kepastian Hukum, Penyederhanaan birokrasi perizinan agar lebih cepat dan efisien melalui sistem digital yang terintegrasi. Infrastruktur Penunjang, Pembangunan akses jalan dan ketersediaan energi yang stabil di kawasan-kawasan potensial dan Insentif Daerah Pemberian kemudahan bagi pelaku usaha yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.” Ujarnya.
"Jangan sampai kita hanya jadi penonton. Palangka Raya punya potensi besar di sektor jasa, perdagangan, hingga pariwisata. Tugas pemerintah adalah menjadi
Pernyataan ini menjadi sinyal bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera mengevaluasi hambatan-hambatan investasi di lapangan, guna mewujudkan visi Palangka Raya sebagai kota jasa yang modern dan mandiri secara fiskal.
(Olivia Teja)
0 Comments