PALANGKA RAYA — Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya didesak segera melakukan pemetaan ulang kondisi bangunan sekolah secara menyeluruh dan detail. Langkah tegas ini dinilai krusial agar alokasi anggaran revitalisasi sekolah tidak meleset dari sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Dede Ardiansyah, menegaskan bahwa perbaikan sarana pendidikan tidak boleh lagi dilakukan sebatas formalitas proyek, melainkan harus diprioritaskan pada sekolah yang kondisinya paling memprihatinkan.
"Pemetaan kebutuhan sekolah secara detail ini langkah yang sangat mendasar. Kita tidak ingin program revitalisasi berjalan tanpa arah yang jelas atau sekadar memoles bangunan yang sebenarnya masih layak, sementara ada sekolah lain yang atapnya bocor atau fasilitas dasarnya rusak justru terabaikan," ujar Dede di Palangka Raya, Senin (8/6/2026).
Menurut Dede, ketepatan sasaran anggaran sangat bergantung pada keakuratan data yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan. Jika pemetaan awal dilakukan asal-asalan, maka ketimpangan fasilitas antar-sekolah di Palangka Raya akan terus terjadi.
DPRD Kota Palangka Raya mendorong Disdik untuk turun langsung ke lapangan dan melibatkan pihak sekolah dalam pendataan. Komisi III memastikan akan terus mengawal proses perencanaan hingga realisasi anggaran agar setiap rupiah dana publik yang dikucurkan dapat memberikan dampak nyata bagi kenyamanan dan keselamatan proses belajar-mengajar siswa
(Olivia Teja)
0 Comments