Berita Lain
news
Kalteng

Pemerintah Hentikan Sementara Akses Grok, Lindungi Masyarakat dari Ancaman Deepfake Seksual

Palangka Raya - Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara akses aplikasi Grok. 

Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya melindungi masyarakat, khususnya perempuan dan anak, dari potensi penyalahgunaan teknologi kecerdasan artifisial yang memicu maraknya konten pornografi palsu atau deepfake seksual.

Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, menegaskan bahwa praktik deepfake seksual tanpa persetujuan merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, martabat, serta keamanan warga negara di ruang digital. Pemerintah tidak mentoleransi penggunaan teknologi yang dapat merugikan dan membahayakan masyarakat.

Menurutnya, langkah pemutusan akses sementara ini bersifat preventif sekaligus evaluatif, guna memastikan platform digital beroperasi sesuai dengan aturan dan etika yang berlaku di Indonesia.

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Digital juga telah meminta pihak Platform X untuk segera memberikan klarifikasi terkait dampak negatif penggunaan aplikasi Grok, serta langkah-langkah pengendalian yang telah dan akan dilakukan ke depannya.

Tindakan tersebut didasarkan pada kewenangan Komdigi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat. Dalam regulasi tersebut, khususnya Pasal 9, ditegaskan bahwa setiap Penyelenggara Sistem Elektronik wajib memastikan sistem yang dikelolanya tidak memuat atau memfasilitasi penyebaran konten yang dilarang.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan ruang digital yang aman, bermartabat, dan bertanggung jawab bagi seluruh lapisan masyarakat.

(Era Suhertini)

news
Kalteng

Kesbangpol Kalteng Tegaskan: Game Roblox Yang Viral Belum Bisa Di Simpulkan Mengarah ke Radikalisme

Palangka Raya - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan bahwa fenomena anak-anak yang memainkan game online Roblox yang sempat viral dan dikaitkan dengan isu radikalisme belum dapat disimpulkan mengarah pada paham radikal.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesbangpol Provinsi Kalimantan Tengah, Muhamad Rus’an, S.Hut., M.Si, saat ditemui usai mengikuti kegiatan jalan sehat dan senam bersama dalam rangka Hari Desa Nasional, yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Jumat (9/1/2026).

Muhamad Rus’an menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal yang diterima Kesbangpol, laporan tersebut berasal dari Densus 88 Antiteror Polri, yang menemukan adanya dua pemain game online dengan indikasi menampilkan konten bernuansa kekerasan dan sadisme.

“Memang ada laporan dari Densus 88 terkait dua pemain game online. Namun perlu diluruskan, ini belum bisa langsung dikatakan sebagai radikalisme. Arah yang terlihat saat ini masih pada unsur kekerasan dan sadisme,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kesbangpol sangat berhati-hati dalam menyikapi isu tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, terutama karena subjek yang terlibat masih anak-anak.

“Jangan sampai kita salah mengartikan. Jika langsung dikaitkan ke radikalisme, itu berbahaya. Yang terlihat sejauh ini lebih pada peniruan atau copy dari konten kekerasan dan sadisme, belum masuk pada ideologi radikal,” jelasnya.

Rus’an juga menyampaikan bahwa informasi awal menunjukkan lokasi temuan berasal dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dengan dugaan adanya kesamaan pola permainan dengan kasus serupa di daerah lain, termasuk Jakarta. Namun demikian, pihaknya menegaskan bahwa hal tersebut masih dalam tahap awal dan belum dapat disampaikan secara terbuka.

“Ini masih tahap awal dan harus ditelusuri lebih mendalam, apalagi yang terlibat adalah anak-anak. Karena sudah terlanjur viral, Kesbangpol bersama Densus 88 ikut terlibat dalam proses pendalaman,” katanya.

Terkait langkah pemerintah daerah, Kesbangpol Kalteng menegaskan telah melakukan deteksi dini, termasuk pengumpulan dan analisis data dari perangkat digital yang digunakan oleh pihak terkait.

“Kami memiliki mekanisme deteksi dini. Namun sampai saat ini belum dapat dipastikan bahwa game Roblox tersebut mengarah langsung ke radikalisme. Indikasi yang muncul masih pada kekerasan, perundungan (bullying), dan sadisme,” tambahnya.

Dalam penanganan kasus ini, Kesbangpol Kalteng terus melakukan koordinasi intensif dengan Densus 88, khususnya bidang penanggulangan paham radikal dan terorisme, guna memastikan penanganan dilakukan secara tepat serta tidak berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak.

“Densus masih menangani kasus dua siswa tersebut. Kita tidak ingin salah langkah. Jika memang hanya terkait perundungan atau kekerasan dalam permainan daring, tentu pendekatan dan penanganannya berbeda,” tegas Rus’an.

Ke depan, pemerintah daerah berencana memperkuat upaya pencegahan melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah, serta koordinasi lintas sektor dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.

“Jika diperlukan, kami akan masuk ke sekolah-sekolah. Ini bagian dari upaya pencegahan agar fenomena game online yang mengandung unsur kekerasan tidak mengganggu ketertiban dan perkembangan anak-anak,” tutupnya.

Pada kesempatan tersebut, Kesbangpol Kalteng juga mengimbau para orang tua dan wali murid untuk lebih aktif melakukan pengawasan terhadap aktivitas digital anak, baik dalam penggunaan gawai, pemilihan permainan daring, maupun interaksi anak di ruang digital.

Orang tua diharapkan dapat membatasi waktu bermain game, memastikan konten yang diakses sesuai usia, serta membangun komunikasi terbuka dengan anak agar dapat mendeteksi sejak dini jika terdapat konten atau perilaku yang mengarah pada kekerasan, perundungan, atau penyimpangan lainnya.

Kesbangpol Kalteng menegaskan bahwa peran keluarga sangat penting sebagai garda terdepan dalam melindungi anak dari dampak negatif dunia digital, sekaligus mencegah kesimpangsiuran informasi yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

(Era Suhertini)

news
Nasional

Maskot Banteng yang Akan Diumumkan Namanya, Hiasi Arena Rakernas dan HUT ke-53 PDIP

Jakarta — Maskot Banteng tampak banyak ditampilkan di arena Rapat Kerja Nasional (Rakernas) sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan (PDIP) yang digelar di Beach City International Stadium, Ancol. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10–12 Januari 2026.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Jumat (9/1/2026), maskot Banteng tampil mengenakan jaket berwarna merah. Maskot itu juga mengenakan celana hitam serta sepatu putih dengan garis merah. 
Maskot Banteng tersebut merupakan hasil sayembara yang dilaksanakan partai selama tiga bulan, sejak Oktober hingga Desember 2025, melalui rangkaian kegiatan internal PDIP.
Ketua DPP PDIP Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital yang juga putra Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, M.Prananda Prabowo yang sedang menyaksikan gladi resik bersama Ketua Koordinator Media Pintar Perjuangan (MPP), Henky, pun meninjau pameran MPP yang juga menampilkan maskot Banteng tersebut. Tampak Prananda Prabowo memberi arahan kepada Henky.
Sementara itu, Henky mengatakan bahwa Maskot Banteng tidak sekadar menjadi simbol visual, melainkan representasi semangat perjuangan partai.
"Maskot Banteng bukan hanya simbol. Ia adalah energi. Energi yang tumbuh dari rakyat, untuk rakyat,.
Nama maskot akan diumumkan besok saat perayaan HUT ke-53 PDIP," kata Henky.
Ia menjelaskan, energi tersebut hidup melalui kolaborasi dan semangat gotong royong yang menyatukan berbagai elemen masyarakat. Dari kolaborasi itu, lanjut Henky, lahir inovasi serta ide-ide baru untuk menjawab tantangan zaman.
"Dari inovasi, muncul semangat kreatif. Mencipta, memecahkan masalah, memberi nilai tambah. Gerakan ini juga inklusif, terbuka untuk semua, tanpa batas usia, profesi, atau latar belakang. Inilah movement, pergerakan rakyat yang nyata," ujarnya. 
Henky menambahkan, gerakan yang diusung melalui Maskot Banteng bersifat inklusif dan terbuka untuk semua kalangan tanpa memandang usia, profesi, maupun latar belakang.
“Inilah movement, pergerakan rakyat yang nyata. Gerakan yang menumbuhkan empowerment, pemberdayaan di setiap lapisan masyarakat. Inilah makna dibalik Maskot Banteng," ungkapnya. 
Menurut dia, semangat tersebut mencerminkan makna di balik kehadiran Maskot Banteng, yakni kekuatan yang memberdayakan dan energi yang tumbuh dari gotong royong rakyat Indonesia.
Selain maskot Banteng, di arena juga terlihat Maskot Media Pintar Perjuangan (MPP) yang diberi nama Pagor, singkatan dari Pasar Gotong Royong.
Prananda Prabowo pun kemudian berpose di depan maskot Banteng itu dan maskot Pagor.
"Besok di perayaan HUT ke-53 PDI Perjuangan, nama maskot Banteng dari hasil sayembara ini akan resmi diumumkan," kata Prananda sambil tersenyum.
(Samhadi)

news
Nasional

PDIP Rayakan HUT ke-53 dan Gelar Rakernas pada 10-12 Januari 2026 di Ancol

Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan menggelar peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDIP dan dilanjutkan dengan rapat kerja nasional (Rakernas) di Beach City International  Stadium, Ancol, Jakarta, pada 10 hingga 12 Januari 2026.

Menurut Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Rakernas 1 ini bukan sekedar agenda rutin tahunan namun menegaskan konsolidasi PDIP sebagai Partai Penyeimbang dalam kerja nyata di tengah rakyat sambil terus meneguhkan perjuangan bagi kemanusiaan dan keadilan serta keberpihakan pada rakyat sebagaimana terlihat pada penanganan bencana yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna PDIP) di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sulawesi Utara, Jawa Barat dan wilayah lain yang terkena bencana.

"PDI Perjuangan menegaskan diri sebagai Partai Penyeimbang dengan kerja nyata di tengah rakyat di tengah berbagai bencana yang melanda di Tanah Air, dengan spirit kemanusian, keadilan dan keberpihakan kepada rakyat," kata Hasto di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Untuk agenda ini, Hasto menambahkan PDIP memilih tema Satyam Eva Jayate, dengan sub tema Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya. Satyam Eva Jayate, adalah slogan berbahasa Sanskerta yang artinya "Kebenaran akan Menang".

"Tema Satyam Eva Jayate menjadi perisai moral dengan standar kebenaran ideologi Pancasila dengan spirit kelahirannya pada tanggal 1 Juni 1945. Bagi para pemuda, Satyam Eva Jayate bukan sekedar slogan, namun pesan moral dalam dunia digital untuk berani berbicara kritis sebagai cermin kebebasan berpendapat yang dilindungi Konstitusi serta berani menempuh jalan 'anti mainstream' di dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan," urai Hasto.

Pria asal Yogyakarta itu menuturkan penegasan “Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya” yang dikutip dari Lagu Kebangsaan Indonesia Raya karya W.R. Supratman menggambarkan daya tahan (resilience) yang menyertai Satyam Eva Jayate. "Keteguhan terhadap posisi "di sanalah aku berdiri” juga menggambarkan kesetiaan pada jalan kerakyatan di tengah godaan pragmatisme politik," lanjut Hasto.

Penyandang gelar doktor geopolitik dan ketahanan Partai ini menerangkan rangkaian agenda dimulai dari Pembukaan HUT ke-53 PDIP pada 10 Januari yang kemudian dilanjutkan dengan penyelenggaraan Rakernas hingga 12 Januari 2026 yang akan dihadiri pengurus pusat Partai dan pengurus daerah (ketua, sekretaris dan bendahara) Partai tingkat provinsi/kabupaten/kota, anggota DPR RI Fraksi PDIP, anggota DPRD provinsi/kabupaten/kota, serta kepala daerah/wakil kepala daerah PDIP. Rakernas ini menindaklanjuti hasil Kongres ke-VI PDIP yang dilaksanakan Agustus 2025 lalu.

"Di dalam Rakernas ini akan dibahas sikap politik, termasuk jawaban Partai atas berbagai persoalan geopolitik, krisis ekologis, korupsi, persoalan ekonomi, penegakkan hukum, hingga program internal Partai dan tanggung jawab kerakyatan Partai," ujar Hasto.
(Samhadi)