Berita Lain
news
P. Raya

Harga Emas Perhiasan di Palangka Raya Naik Rp 50.000 per Gram dalam Sehari

​​​​​​Palangka Raya – Harga emas perhiasan di Kompleks Pasar Besar Palangka Raya kembali mengalami kenaikan signifikan pada Senin (12/1/2026). Dalam satu hari, harga emas perhiasan tercatat naik hingga Rp 50.000 per gram.

Berdasarkan pantauan di sejumlah toko emas di Pasar Besar Palangka Raya, harga emas perhiasan jenis USA kini berada di kisaran Rp 2.450.000 per gram, sementara emas perhiasan kadar 999 tercatat Rp 2.500.000 per gram. Sehari sebelumnya, Selasa (13/1/2026), harga emas jenis USA masih Rp 2.400.000 per gram, dan emas kadar 999 berada di Rp 2.450.000 per gram.

Salah satu pedagang emas di Pasar Besar, Desy, mengatakan pergerakan harga emas dalam beberapa hari terakhir cukup cepat dan mengikuti harga pasaran yang diterima dari distributor.

“Pergerakan harganya memang cepat. Kadang sehari bisa langsung naik. Harga jual kami selalu menyesuaikan dengan harga pasaran hari itu,” ujar Desy.

Desy menambahkan, untuk transaksi jual atau tukar tambah, besaran potongan juga menyesuaikan kondisi perhiasan yang dibawa pembeli.

Meski mengalami lonjakan dalam waktu singkat, emas perhiasan tetap menjadi pilihan masyarakat, baik sebagai perhiasan maupun sebagai instrumen penyimpanan nilai. Fluktuasi harga yang terjadi di awal Januari 2026 menunjukkan pengaruh kuat harga pasaran global terhadap harga emas lokal.

Kenaikan harga emas perhiasan dalam waktu singkat ini menambah dinamika pergerakan harga emas sepanjang Januari 2026. Fluktuasi harga masih sangat dipengaruhi oleh harga pasaran global, sehingga perubahan dapat terjadi dari hari ke hari. Meski mengalami lonjakan cukup tajam, emas perhiasan tetap menjadi pilihan masyarakat, baik sebagai perhiasan maupun instrumen penyimpanan nilai di tengah pergerakan harga yang terus berubah.

(Deddy)

news
P. Raya

Tukang Cukur Palangka Raya Pecahkan Rekor MURI dengan Aksi Potong Rambut 12 Jam Nonstop

​​​​​​Palangka Raya – Muhammad Andi, seorang tukang cukur asal Palangka Raya, menorehkan prestasi membanggakan dengan mencatatkan namanya dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui aksi potong rambut solo selama 12 jam nonstop.

Aksi yang diberi tajuk World Record Haircut Mission ini digelar di Bundaran Besar Palangka Raya, tepat di depan Istana Isen Mulang, pada Minggu, 11 Januari 2026. Dalam tantangan ini, Andi berhasil memangkas rambut sebanyak 377 kepala dari target 400 peserta, dimulai pukul 07.25 WIB dan disaksikan langsung oleh perwakilan MURI.

Sejak pagi, ratusan peserta, sebagian besar siswa SMAN 5 Palangka Raya, sudah mengantre rapi di bawah tenda acara. Panitia teknis pun membantu mempersiapkan peserta, mulai dari pemasangan kain penutup hingga pengaturan antrean. Seluruh proses pemangkasan rambut dilakukan secara mandiri oleh Muhammad Andi tanpa bantuan tukang cukur lain. Suasana di sekitar panggung tampak sibuk, dengan suara mesin cukur hampir tanpa henti, sementara Andi fokus penuh menyelesaikan tantangan tersebut.

(Deddy)

news
Nasional

Perkuat Basis Pemikiran Ideologis, PDIP Resmikan Megawati Institute di HUT ke-53

JAKARTA – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan (PDIP) yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) digelar pada Sabtu (10/1/2026) di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta. Acara berlangsung khidmat dan sarat akan makna ideologis.

Salah satu momentum penting dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah penandatanganan akta notaris pendirian Kantor Megawati Institute. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PDIP, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri, disaksikan Ketua DPP PDIP Darmadi Durianto dan Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey.

Prosesi ini disaksikan oleh ribuan kader partai. Mereka terdiri atas jajaran pengurus pusat (DPP), pengurus daerah (DPD dan DPC) tingkat provinsi serta kabupaten/kota—meliputi ketua, sekretaris, dan bendahara.  Hadir pula anggota DPR RI Fraksi PDIP, anggota DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta para kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDI Perjuangan.

Megawati Institute merupakan lembaga nonprofit yang didirikan oleh Megawati Soekarnoputri sebagai wadah pemikiran (think tank) yang berfokus pada pengembangan ideologi Pancasila 1 Juni 1945. Lembaga ini merangkul pemikiran para cendekiawan, baik yang terafiliasi dengan PDI Perjuangan maupun dari kalangan independen.

Saat ini, Megawati Institute dipimpin oleh mantan Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid. Dalam Rakernas yang dilaksanakan mulai 10 hingga 12 Januari 2026 ini, PDIP mengusung tema "Satyam Eva Jayate" dengan subtema "Di Sanalah Aku Berdiri, Untuk Selama-lamanya".

Satyam Eva Jayate merupakan semboyan dari bahasa Sanskerta yang berarti "Kebenaran Pasti Menang". Sementara itu, subtema "Di Sanalah Aku Berdiri, Untuk Selama-lamanya" diambil dari kutipan lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya pada stanza kedua, yang melambangkan kesetiaan menjaga kedaulatan bangsa.
(Samhadi)

news
Nasional

Didampingi Prananda Prabowo, Megawati Hadir ke Rakernas PDIP

Jakarta - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Prof.Dr.Megawati Soekarnoputr tiba di arena Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1) sekitar pukul 14.00 untuk mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I 2026 sekaligus peringatan HUT ke-53. 

Kehadiran Presiden ke-5 Republik Indonesia itu menandai dimulainya rangkaian agenda besar partai yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan. Pantauan di lokasi, Megawati datang ke lokasi dengan mengenakan pakaian berkelir merah dan hitam serta selendang. 

Putri Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno itu hadir dengan didampingi Ketua DPP PDIP sekaligus sang anak Muhammad Prananda Prabowo. Megawati tampak disambut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Puti Guntur Soekarno, dan Gubernur serta Wagub Jakarta yang juga kader PDIP Pramono Anung serta Rano Karno ketika datang ke lokasi.

Sejumlah abang dan none Jakarta juga terlihat menyambut Megawati di lokasi dan seorang di antaranya memberikan bunga mawar putih. Dia kemudian menerima bunga, lalu menyerahkan ke Prananda yang kemudian diserahkan ke Puti Guntur.  Megawati kemudian menaiki eskalator untuk menuju ruang Rakernas I sekaligus HUT ke-53. Dia tampak berpegangan dengan Prananda sebelum menaiki eskalator. 

Sejumlah awak media kemudian menyapa Megawati yang sudah berada di eskalator dan Ketua Dewan Pembina BRIN itu merespons dengan melambai ke para wartawan. Diketahui, PDIP mengusung tema Satyam Eva Jayate, dengan subtema Di Sanalah Aku Berdiri, Untuk Selama-lamanya dalam Rakernas yang dilaksanakan dari 10-12 Januari 2026.

Adapun, Satyam Eva Jayate adalah slogan berbahasa Sanskerta yang artinya "Kebenaran akan Menang". Subtema “Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya” diambil dengan mengutip lagu Indonesia Raya di stanza kedua. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut Rakernas partainya dihadiri pengurus PDIP di tingkat pusat dan daerah yang diwakili ketua, sekretaris, dan bendahara.

"Rakernas ini akan dibahas sikap politik, termasuk jawaban partai atas berbagai persoalan geopolitik, krisis ekologis, korupsi, persoalan ekonomi, penegakkan hukum, hingga program internal partai dan tanggung jawab kerakyatan partai," kata dia melalui keterangan persnya, Jumat (9/1).
(Samhadi)