KAPUAS – Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas mengirimkan undangan terbuka Koordinasi dan Mediasi antara keluarga Tono Priyanto dan PT. Asmin Bara Bronang di Aula Tingang Menteng Komplek Kantor Bupati Kapuas JL. Pemuda KM. 5,5 Kuala Kapuas Senin (16/03/2026).
Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Kapuas Dodo, SP didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I Sangkai dan Plt. Camat Kapuas Tengah John.
Acara yang berlangsung sekitar 1,5 jam ini tanpa dihadiri Tono priyanto dan perwakilan keluarga Tono Priyanto.
Dalam surat yang dikirimkan pihak keluarga kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas tertanggal 15 Maret 2026, istri Tono Priyanto menyatakan bahwa keluarga tidak menguasai hal-hal yang berkenaan dengan permasalahan antara Tono Priyanto dan PT. Asmin Bara Bronang, menurut istri Tono hanya Tono Priyanto yang menguasai permasalahan dan berwenang mengambil keputusan.
Melalui voice note yang dikirimkan pihak keluarga Tono Priyanto senin (16/03/2026) Tono Priyanto menanggapi mediasi yang dilakukan “aku sebagai pemilik tanah mohon keberatan atas, pertama atas undangan terhadap keluarga saya, karena tanah ini bukan milik keluarga saya namun ini urusan saya dan milik saya, mereka tidak tau urusan ini, nah kenapa keluarga saya diundang”. Ucap Tono Priyanto.
Wakil Bupati Kapuas Dodo, SP ditemui usai acara Wakil Bupati Kapuas mengatakan“intinya kita tidak tutup mata, kita sudah berbuat, kita banyak mendapat masukan yang untuk penguatan peran lembaga adat yang berada di kabupaten Kapuas”, ungkap Wakil Bupati Kapuas, Dodo.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas sebelum mengakhiri acara mengajak seluruh pihak yang hadir untuk melakukan ritual pembersihan yang akan dilaksanakan setelah hari raya Idul Fitri.
Namun sebagai pemilik lahan yang masih dalam sengketa pengadilan Tono Priyanto menyampaikan keberatannya “saya keberatan atas rencana untuk ritual terhadap terjadinya tumpah darah (pertumpahan darah : red) disana, karena meraka tidak ada ijin baik dengan saya maupun dengan raja gunung yang menjadi korban” ungkap Tono melalui voice note.
Kegiatan berakhir dengan suasana penuh akrab, dan tidak dilakukan penandatanganan berita acara maupun notulen rapat dari seluruh peserta yang hadir.
(Samhadi)
0 Comments