PALANGKA RAYA — Gangguan pasokan daya listrik yang kerap terjadi di Kota Palangka Raya memantik perhatian serius dari berbagai kalangan. Politisi sekaligus Ketua DPC PKB Kota Palangka Raya, Rusdiansyah, secara tegas menyoroti dampak sistemik yang ditimbulkan akibat ketidakstabilan pasokan energi tersebut terhadap kehidupan masyarakat dan roda perekonomian daerah.
Menurut Rusdiansyah, pemadaman listrik yang tidak menentu bukan sekadar persoalan ketidaknyamanan di tingkat rumah tangga. Lebih dari itu, gangguan ini telah berimbas luas hingga melumpuhkan berbagai fasilitas pelayanan publik serta memicu kerugian ekonomi yang nyata bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Bagi sektor UMKM yang sangat bergantung pada operasional harian berbasis listrik, ketidakpastian pasokan daya ini menjadi pukulan telak yang mengancam kelangsungan usaha mereka.
Selain menyoroti aspek teknis keandalan energi, Rusdiansyah turut menggarisbawahi pentingnya penerapan manajemen komunikasi krisis yang profesional oleh pihak PT PLN (Persero).
Ia menilai bahwa komunikasi yang memadai, cepat, dan terbuka sangat vital dilakukan. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan kepastian informasi kepada masyarakat luas, tetapi juga berfungsi meredam keresahan serta mencegah timbulnya spekulasi liar di tengah situasi ketidakpastian layanan.
Menutup pandangannya, Rusdiansyah berharap pihak PLN dapat bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh. Ia mendesak agar perusahaan listrik negara tersebut senantiasa memperkuat infrastruktur kelistrikan dan meningkatkan kesiapsiagaan operasional.
Langkah preventif dan perbaikan sistem secara berkelanjutan dinilai mutlak diperlukan agar gangguan serupa tidak kembali terulang dan merugikan masyarakat di masa mendatang.
(Olivia Teja)
0 Comments