Kalteng

Gubernur Kalteng Tegaskan Pejabat Baru: Jabatan Bukan untuk Dilayani, tapi Melayani Masyarakat

​​​​​​Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menegaskan kepada pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik agar menjalankan jabatan sebagai amanah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026, yang berlangsung di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Jumat (18/9/2026).

Gubernur mengucapkan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia mengingatkan bahwa jabatan yang dipercayakan bukan sekadar kebanggaan atau kehormatan pribadi, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan untuk mengabdi kepada masyarakat, daerah, bangsa dan negara.“Semakin tinggi jabatan, semakin besar tanggung jawabnya. Bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani masyarakat,” tegas Agustiar.

Ia meminta para pejabat baru bekerja keras, cerdas, nyata dan tulus dengan mengutamakan kepentingan masyarakat Kalimantan Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hingga kini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalteng.

Menurutnya, pada akhir Agustus 2026 Pemprov Kalteng telah menetapkan status tanggap darurat karhutla dan mengerahkan ribuan personel gabungan untuk melakukan penanganan di berbagai wilayah.

“Persoalan ini bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan, keselamatan masyarakat, pendidikan dan aktivitas ekonomi,” ujarnya.

Gubernur menyebut dampak kekeringan mulai dirasakan langsung masyarakat, khususnya di kawasan pedalaman dan sepanjang aliran sungai. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan air bersih semakin sulit, distribusi kebutuhan pokok terkendala akibat surutnya jalur transportasi sungai, serta meningkatkan ancaman gangguan kesehatan akibat kekeringan dan paparan asap.

Karena itu, Agustiar meminta seluruh perangkat daerah tidak bekerja secara sektoral dalam menghadapi karhutla. Menurutnya, penanganan bencana tersebut membutuhkan kerja bersama dan koordinasi lintas sektor.

“Kita harus bersama-sama memperkuat edukasi masyarakat, koordinasi sampai tingkat desa, kesiapsiagaan personel, pemantauan titik rawan, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Ia menekankan semangat Huma Betang harus benar-benar diterapkan dalam birokrasi Pemprov Kalteng. Tidak boleh ada ego sektoral, karena yang harus dikedepankan adalah kepentingan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Porprov Ditunda karena Karhutla. Sementara itu, terkait penundaan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalteng, Gubernur mengatakan keputusan tersebut merupakan langkah yang diambil bersama Forkopimda dengan mempertimbangkan kondisi karhutla yang masih terjadi.

“Kalau untuk Porprov yang diundur, kata BMKG sampai November masih kemarau. Hari ini tidak mungkin kita dalam situasi seperti begini. Kita fokus penanganan karhutla dulu, tunggu waktunya sampai normal,” jelasnya.

Meski ditunda, Gubernur memastikan pelaksanaan Porprov tetap diupayakan berlangsung tahun ini. Pemerintah akan melihat perkembangan kondisi cuaca dan menunggu masuknya musim hujan.

“Kalau dari BMKG November bisa kembali normal, sudah ada musim hujan, mudah-mudahan lebih cepat musim hujan. Ditundanya karena karhutla,” pungkasnya.

(Era Suhertini)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments