P. Raya

Kabut Asap Tekan Omzet Pedagang, DPRD Palangka Raya Imbau UMKM Beralih ke Penjualan Digital

PALANGKA RAYA – Kabut asap yang melanda Kota Palangka Raya berdampak terhadap aktivitas jual beli dan omzet pedagang. Menghadapi kondisi tersebut, DPRD Kota Palangka Raya , Ketua Komisi I, Mukkaramah, mengimbau pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk beradaptasi dengan mengoptimalkan penjualan digital serta memanfaatkan fasilitas permodalan yang disediakan pemerintah daerah.

Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Mukarramah, menilai pemanfaatan platform digital dapat menjadi alternatif bagi pelaku UMKM untuk mempertahankan penjualan ketika aktivitas perdagangan secara langsung mengalami penurunan akibat kondisi asap, rabu (14/10/2026 ).

“Penjualan secara online bisa menjadi pilihan paling efektif untuk menyiasati lesunya aktivitas jual beli langsung di lapangan. Dengan memanfaatkan media sosial maupun e-commerce, UMKM tetap bisa menjangkau pembeli tanpa harus mengandalkan transaksi tatap muka di tengah kondisi asap,” ujarnya.

Selain mendorong digitalisasi pemasaran, Mukarramah juga menekankan pentingnya dukungan permodalan bagi pelaku usaha yang terdampak. Salah satu upaya yang dapat dimanfaatkan ialah program Kredit UMKM Keren yang disediakan Pemerintah Kota Palangka Raya dengan skema pinjaman berbunga nol persen.

Menurut Mukarramah, skema pinjaman tanpa beban bunga tersebut dapat membantu pelaku UMKM menjaga arus kas (cash flow) dan membiayai kebutuhan operasional harian. Dengan demikian, pelaku usaha memiliki alternatif pembiayaan untuk mempertahankan keberlangsungan usahanya di tengah menurunnya aktivitas perdagangan.

Program Kredit UMKM Keren merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Palangka Raya dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil. Dukungan permodalan diharapkan dapat membantu pelaku usaha menjaga kelangsungan operasional sekaligus mengantisipasi tekanan ekonomi akibat kondisi lingkungan yang kurang kondusif.

Mukarramah juga berharap sinergi antara pemerintah kota dan DPRD dapat memastikan penyaluran bantuan permodalan berjalan tepat sasaran, terutama bagi pelaku UMKM yang paling membutuhkan dukungan.

Dengan kombinasi dukungan permodalan dan pemanfaatan teknologi digital, pelaku UMKM di Palangka Raya diharapkan mampu menjaga keberlangsungan usaha serta berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi daerah.

(Olivia Teja)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments