PALANGKA RAYA – Menjelang periode fluktuasi harga pangan, masyarakat tetap diminta jeli terhadap kualitas bahan pokok. DPRD Kota Palangka Raya menyoroti tt adanya potensi praktik pengoplosan beras, khususnya yang dikemas dalam bentuk paket sembako murah.
Pernyataan ini disampaikan khemal nasery, anggota legislatif pada Rabu (11/3/2026), sebagai respons terhadap laporan mengenai adanya perbedaan kualitas beras yang mencolok dalam beberapa distribusi paket bantuan maupun paket komersial. Praktik pengoplosan biasanya dilakukan dengan mencampur beras kualitas premium dengan beras kualitas rendah (menir).
"Kita tidak ingin niat baik masyarakat atau pemerintah dalam menyediakan sembako murah justru dimanfaatkan oleh oknum spekulan untuk meraup untung pribadi dengan cara mengoplos beras. Ini adalah bentuk penipuan terhadap publik," tegas
Dewan Palangka Raya mendesak instansi terkait dan Satgas Pangan untuk meningkatkan pengawasan di gudang-gudang distributor maupun pasar tradisional. Legislator meminta agar dilakukan uji petik secara berkala terhadap paket-paket sembako yang beredar luas di tengah masyarakat.
Dengan adanya peringatan ini, diharapkan pelaku usaha tetap menjaga etika dalam berbisnis dan masyarakat semakin teliti dalam membelanjakan uangnya untuk kebutuhan pokok, demi menjamin kesehatan dan keadilan ekonomi di Kota Palangka Raya.”pungkasnya.
(Olivia Teja)
0 Comments