Palangka Raya - Tingginya intensitas kunjungan kerja (kunker) dari jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berbagai kabupaten/kota luar daerah ke Kota Palangkaraya dinilai memberikan sumbangsih nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sektor pariwisata, perhotelan, hingga pelaku UMKM lokal menjadi pihak yang paling diuntungkan dari perputaran arus ekonomi ini.
Anggota DPRD Kota Palangkaraya, Khemal Nasery, Dampak rentetan dari kehadiran para tamu dinas ini memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi bagi perputaran uang di Kota Cantik.
"Estimasi kasarnya, satu orang tamu yang datang untuk kunker bisa mengeluarkan biaya untuk kebutuhan personalnya sekitar Rp2 juta selama berada di Palangkaraya. Coba bayangkan jika angka itu dikalikan dengan durasi beberapa hari kunjungan, dikalikan lagi dengan jumlah anggota rombongan, dan diakumulasikan dalam kurun waktu satu tahun. Ini adalah nilai ekonomis yang sangat tinggi dan luar biasa untuk Palangkaraya," ujar Khemal Nasery , Rabu (20/5/2026).
Khemal menjelaskan bahwa pengeluaran sebesar Rp2 juta per orang tersebut mencakup berbagai sektor riil di masyarakat. Mulai dari akomodasi hotel, sektor transportasi lokal, kuliner, hingga pembelian oleh-oleh khas Kalimantan Tengah.
Secara tidak langsung, aktivitas belanja dan konsumsi para peserta kunker ini menyumbang peningkatan PAD melalui skema pajak daerah, khususnya Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) untuk jasa perhotelan dan makanan/minuman.
Peningkatan kualitas pelayanan, kebersihan kota, kemudahan akses informasi, serta keramahtamahan harus tetap dijaga agar para tamu merasa nyaman dan jera untuk kembali berkunjung. DPRD Palangkaraya juga berharap Pemko bisa menyatukan momentum kunker ini dengan promosi sektor pariwisata daerah.
(Olivia Teja)
0 Comments