Alih-alih bergantung pada pasokan pangan dari luar, Jati menyoroti pentingnya mengintegrasikan hasil tangkapan sungai ke dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah strategis ini dinilai bukan hanya sekadar pemenuhan nutrisi, melainkan sebuah inisiatif yang akan menciptakan dampak ganda ekonomi bagi daerah.
Integrasi ikan sungai lokal ke dalam program MBG dinilai sebagai solusi cerdas yang menguntungkan dari berbagai sisi, antara lain rantai pasok yang pendek memastikan ikan dapat langsung diolah dari sungai ke dapur, sehingga kualitas protein dan Omega-3 di dalamnya tetap terjaga optimal bagi anak-anak di sisi lain pemanfaatan sumber daya di depan mata secara otomatis memangkas biaya transportasi dan logistik yang kerap membebani anggaran program, namun yang tidak kalah penting kebijakan ini akan memberikan kepastian pasar yang stabil bagi para pembudidaya dan nelayan tradisional di sepanjang aliran Sungai Kahayan, menggerakkan roda ekonomi kerakyatan secara nyata.
Melalui narasi kedaulatan pangan ini, DPRD Palangka Raya berharap kekayaan alam lokal tidak hanya diwariskan sebagai cerita, tetapi benar-benar dimaksimalkan sebagai "lumbung protein" yang membangun kecerdasan generasi penerus bangsa.
(Olivia Teja)
0 Comments