PALANGKA RAYA — Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rama Muthia, meminta pemerintah daerah untuk segera menyiapkan langkah strategis serta pemanfaatan teknologi guna mengantisipasi dampak fenomena El Niño yang memicu musim kemarau lebih kering dan panjang seperti saat ini.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut telah berdampak pada penurunan drastis debit air, bahkan menyebabkan sejumlah aliran sungai di wilayah Palangka Raya mengalami pendangkalan hingga mengering.
Meski memahami adanya keterbatasan anggaran di tingkat pemerintah, Rama menekankan bahwa efisiensi dan inovasi harus tetap berjalan demi memitigasi dampak kekeringan yang merugikan masyarakat. Ia berharap pemerintah tidak bersikap pasif, melainkan proaktif merumuskan kebijakan taktis.
Salah satu langkah konkret yang disuarakan Rama adalah percepatan pembersihan sungai dari endapan sedimentasi serta pemangkasan tanaman liar yang selama ini menghambat alur air. Menurutnya, pembenahan infrastruktur sungai ini tidak hanya berguna saat kemarau, tetapi menjadi investasi penting menghadapi musim hujan.
"Langkah antisipasi harus dimulai sejak sekarang. Harapannya, ketika musim penghujan nanti tiba, alur sungai sudah bersih sehingga aliran air bisa mengalir lebih lancar dan kita bisa menekan risiko banjir," ujar Rama.
Selain pengerukan sedimen dan pembersihan gulma, ia juga mendorong Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama instansi teknis terkait untuk mencari skema pendanaan alternatif atau prioritas anggaran yang benar-benar mendesak, sehingga penanganan dampak perubahan iklim ini dapat berjalan optimal di tengah keterbatasan fiskal.
(Olivia Teja)
0 Comments