Kalteng

Kalteng Masuk Tiga Besar Inflasi Tertinggi Nasional, Pemprov Bergerak Cepat Kendalikan Harga

​​​​​​PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bergerak cepat merespons tingginya angka inflasi setelah daerah ini tercatat berada di peringkat ketiga inflasi tertinggi secara nasional. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah.

Permasalahan itu menjadi fokus utama dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah dan Stabilisasi Pasokan serta Harga Pangan yang dipimpin Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (4/6/2026).

Dalam arahannya, Linae menegaskan bahwa pengendalian inflasi memerlukan langkah cepat, terukur, dan terkoordinasi dari seluruh perangkat daerah serta pemangku kepentingan terkait. Menurutnya, tingginya inflasi harus segera direspons melalui upaya menjaga stabilitas pasokan, memperlancar distribusi, dan mengendalikan harga kebutuhan pokok di pasaran.

“Inflasi yang tinggi dapat berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Karena itu, diperlukan sinergi dan langkah konkret agar kondisi ini dapat segera dikendalikan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga mendorong penguatan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, serta pelaku usaha untuk memastikan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga dan harga tetap stabil.

Selain melakukan pemantauan perkembangan harga secara berkala, berbagai langkah antisipatif juga disiapkan guna menekan potensi kenaikan harga komoditas strategis yang menjadi penyumbang inflasi.

Melalui upaya tersebut, Pemprov Kalimantan Tengah berharap stabilitas harga dapat terjaga, inflasi terkendali, serta aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan baik sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

(Deddi)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments