Kalteng

Kepala Dinas PUPR Kalteng Tegaskan Proyek Cat Biru Bukan Gagal, Perbaikan Terus Dilakukan

Palangka Raya - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah, Juni Gultom, di halaman Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah,Rabu (3/6/2026) , memberikan klarifikasi terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Kalteng Bergerak mengenai proyek pengecatan jalur disabilitas dan pesepeda atau yang dikenal masyarakat sebagai proyek "cat biru". 

Menanggapi berbagai tuntutan yang disampaikan massa aksi, Juni Gultom menjelaskan bahwa proyek tersebut masih dalam tahap pelaksanaan dan belum dapat dikategorikan sebagai proyek gagal.

Menurutnya, memang ditemukan sejumlah ketidaksesuaian teknis di lapangan, namun hal tersebut menjadi tanggung jawab pihaknya untuk segera diperbaiki sebelum pekerjaan dinyatakan selesai.

"Ini masih dalam proses pelaksanaan. Memang terjadi beberapa ketidaksesuaian dan itu menjadi tanggung jawab kami untuk memperbaikinya. Pekerjaan ini juga belum dilakukan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pertama," ujarnya.

Terkait tudingan bahwa proyek tersebut tidak melalui proses pelelangan, Juni Gultom menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut masuk dalam kategori pemeliharaan rutin yang pelaksanaannya memiliki ketentuan dan batasan anggaran tersendiri sesuai regulasi yang berlaku.

Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pembayaran yang dilakukan menggunakan anggaran pemerintah karena pekerjaan belum memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Berdasarkan perhitungan sementara, nilai pekerjaan yang telah dilaksanakan diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.

"Karena pekerjaan belum sesuai spesifikasi, maka belum ada pembayaran dari pemerintah. Sampai saat ini belum ada dana negara yang dikeluarkan untuk pekerjaan tersebut," katanya.

Menanggapi tuntutan sebagian massa yang meminta dirinya mundur dari jabatan Kepala Dinas PUPR, Juni Gultom menyatakan bahwa dirinya siap menjalankan amanah di mana pun ditempatkan dan fokus menyelesaikan tanggung jawab yang sedang berjalan.

"Saya siap ditempatkan di mana saja. Yang terpenting saat ini adalah memastikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kami dapat diselesaikan dan diperbaiki sesuai ketentuan," ujarnya.

Mengenai pentingnya proyek cat biru bagi masyarakat, Juni Gultom menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang inklusif dan ramah bagi seluruh pengguna jalan, termasuk penyandang disabilitas, pesepeda, pejalan kaki, serta kelompok masyarakat lainnya.

"Ruang publik itu untuk semua orang. Ada pengguna sepeda, pejalan kaki, penyandang disabilitas, dan kelompok masyarakat lainnya. Pemerintah ingin memastikan seluruh masyarakat memiliki akses yang aman dan nyaman dalam menggunakan ruang jalan," jelasnya.

Menjawab kritik masyarakat yang menilai masih banyak infrastruktur lain yang lebih mendesak untuk diperbaiki, Juni Gultom menegaskan bahwa seluruh program pemerintah memiliki tujuan dan sasaran masing-masing bagi kelompok masyarakat yang berbeda.

"Semua kegiatan pemerintah ditujukan untuk kepentingan masyarakat. Setiap program memiliki manfaat dan kelompok sasaran yang berbeda-beda, sehingga semuanya tetap menjadi bagian dari upaya pembangunan yang dilakukan pemerintah," pungkasnya.

(Era Suhertini)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments