PALANGKA RAYA – Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, menegaskan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta industri kuliner harus dipandang sebagai investasi nyata yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Menurut Subandi, geliat usaha kuliner dan UMKM di Kota Palangka Raya dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan signifikan. Namun, ia menilai dukungan pemerintah daerah terhadap sektor tersebut masih perlu diperkuat agar tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga berkualitas dan berdaya saing.
“UMKM dan kuliner jangan hanya dianggap usaha kecil biasa. Ini investasi nyata ekonomi daerah karena mampu menyerap tenaga kerja, menggerakkan perputaran uang masyarakat, hingga berkontribusi terhadap PAD,” kata Subandi di Palangka Raya, Rabu (20/5/2026).
Ia menilai, sektor kuliner kini menjadi salah satu penggerak ekonomi paling cepat tumbuh di Kota Palangka Raya. Menjamurnya kafe, usaha makanan tradisional, hingga bisnis kuliner kreatif dinilai membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Persoalan klasik seperti akses modal, pemasaran digital, legalitas usaha hingga pembinaan berkelanjutan disebut masih menjadi hambatan utama di lapangan.
“Kita jangan puas hanya melihat banyak kegiatan expo atau bazar. Yang dibutuhkan pelaku UMKM adalah keberlanjutan pasar, kemudahan usaha dan perlindungan agar mereka benar-benar bisa naik kelas,” tegasnya.
Karena itu, pengelolaan sektor usaha tersebut harus dilakukan secara serius melalui pembinaan, pengawasan dan sistem pajak yang transparan.
“Kalau UMKM kuat, ekonomi daerah juga akan kuat. Karena sektor ini langsung menyentuh masyarakat bawah,” pungkasnya.
(Olivia Teja)
0 Comments