Palangka Raya - Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” tingkat Provinsi Kalimantan Tengah berlangsung khidmat di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Senin (17/8/2026) pagi.
Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Dalam upacara tersebut, Gubernur Kalteng juga membacakan Teks Proklamasi dan Teks Pancasila. Sementara Teks Pembukaan UUD 1945 dibacakan oleh Ketua DPRD Provinsi Kalteng, Arton S. Dohong.
Bertindak sebagai Komandan Upacara yakni AKBP Steven Kurniawan yang sehari-hari menjabat sebagai Kasubdit V Ditintelkam Polda Kalteng. Sedangkan Perwira Upacara dijabat AKBP Hans Itta Papahit, Wakil Direktur Samapta Polda Kalteng.
Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kalteng tahun 2026 terdiri dari 54 siswa-siswi yang berasal dari 13 kabupaten dan satu kota di Kalimantan Tengah. Mereka dipercaya menjalankan tugas penting dalam pengibaran Sang Merah Putih pada momentum kemerdekaan.
Pembawa baki bendera Merah Putih adalah Devin Mareli Saputri dari SMAN 2 Palangka Raya. Sementara pengibar bendera terdiri dari Ahmad Hafiz Aridho dari MAN Plus Keterampilan Barito Selatan, Ahmad Ansari dari SMAN 2 Kuala Kapuas dan Dilan Ignatius dari SMAN 4 Muara Teweh.
Dilan Ignatius mengaku bangga mendapat kepercayaan menjadi bagian dari Paskibraka Kalteng. Menurutnya, selama menjalani karantina selama dua minggu, para anggota Paskibraka mendapatkan berbagai pembinaan, mulai dari Peraturan Baris-Berbaris (PBB), formasi barisan, disiplin hingga tata krama.
“Di lapangan kami diajarkan PBB dan formasi barisan. Selama di karantina kami juga diajarkan disiplin, tata krama, termasuk bagaimana cara makan yang rapi dan benar,” ujar Dilan.
Dilan mengakui masa awal karantina menjadi tantangan tersendiri karena harus jauh dari keluarga dan tidak leluasa menggunakan telepon seluler. Namun, ia berusaha membangun keyakinan dan mental agar mampu mengikuti seluruh rangkaian pembinaan hingga selesai.
“Kesulitan tentunya ada, terutama di hari pertama ketika mental kita sangat terkuras. Tetapi saya terus meyakinkan diri, saya bisa, saya bisa. Setelah itu selama 14 hari ke depan saya bisa menikmatinya,” katanya.
Dukungan orang tua juga menjadi salah satu motivasi Dilan selama mengikuti proses pembinaan Paskibraka. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk meraih prestasi yang lebih besar di masa mendatang.
“Harapannya semoga dari Paskibraka ini bisa mendapatkan prestasi-prestasi yang lebih besar lagi. Untuk kakak senior dan para pelatih, saya mengucapkan terima kasih banyak karena sudah melatih kami dengan sabar,” tuturnya.
Sementara itu, Devin Mareli Saputri pembawa baki Bendera merah putih mengatakan selama dua minggu menjalani karantina, dirinya mendapatkan banyak pembelajaran, terutama mengenai mental, kedisiplinan, tata krama dan PBB. Sebagai pembawa baki, ia juga mendapatkan latihan khusus agar mampu menjalankan tugas dengan baik.
“Selama dua minggu di asrama dan karantina, kami diajarkan mental, disiplin, tata krama dan PBB. Saya sebagai pembawa baki juga diajarkan bagaimana cara membawa baki bendera,” ujar Devin.
Menurut Devin, salah satu tantangan selama karantina adalah tidak bisa leluasa menggunakan telepon seluler dan harus berjauhan dengan orang tua. Meski demikian, dukungan keluarga membuat dirinya tetap semangat menjalani seluruh proses latihan.
“Kendalanya mungkin karena tidak bisa bermain HP dan jauh dari orang tua. Tetapi orang tua selalu mendukung. Kami juga diberi kesempatan berbicara dengan orang tua dari panitia,” katanya.
Setelah berhasil menjalankan tugas, Devin mengaku bangga dapat membawa dan mengibarkan bendera Merah Putih di Kantor Gubernur Kalteng. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para senior dan pelatih yang telah membimbing seluruh anggota Paskibraka dengan penuh kesabaran.
(Era Suhertini)
0 Comments