PALANGKA RAYA — Komisi III DPRD Kota Palangka Raya mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) setempat segera memperkuat penataan dan pemerataan tenaga pendidik di seluruh wilayah kota. Langkah tersebut dinilai diperlukan menyusul adanya ketimpangan distribusi guru antara sekolah yang berada di kawasan perkotaan dan wilayah pinggiran.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, mengatakan persoalan distribusi guru menjadi salah satu poin penting yang dibahas dalam kunjungan kerja Komisi III ke Kantor Disdik Kota Palangka Raya pada Rabu (17/6/2026). Hasil kunjungan tersebut kemudian dilaporkan secara resmi pada Kamis (18/6/2026).
Menurut Arif, kondisi di lapangan menunjukkan masih terdapat sekolah yang lokasinya berdekatan dengan jumlah tenaga pengajar yang relatif berlebih. Di sisi lain, sejumlah sekolah di wilayah pinggiran justru menghadapi keterbatasan tenaga pendidik.
Selain persoalan persebaran guru, Komisi III juga menyoroti kebutuhan penataan tenaga pendidik seiring banyaknya guru yang memasuki masa pensiun serta adanya mutasi tugas. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan guru di sejumlah sekolah apabila tidak diantisipasi melalui perencanaan kebutuhan tenaga pendidik.
Karena itu, legislatif mendorong Disdik melakukan pemetaan ulang terhadap jumlah, kompetensi, serta latar belakang pendidikan tenaga pendidik. Data tersebut dinilai penting sebagai dasar menentukan kebutuhan dan penempatan guru di masing-masing sekolah.
Komisi III juga mendorong optimalisasi penempatan guru berstatus aparatur sipil negara (ASN), disesuaikan dengan kebutuhan dan kompetensi. Selain itu, keberadaan tenaga honorer juga dinilai perlu dikelola secara optimal untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di sekolah yang masih mengalami kekurangan guru.
Komisi III selanjutnya mendorong Disdik menindaklanjuti hasil pembahasan tersebut melalui evaluasi data kepegawaian dan kebutuhan guru di seluruh satuan pendidikan. Hasil pemetaan itu dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah penataan dan pemerataan tenaga pendidik secara bertahap.
(Olivia Teja)
0 Comments