Palangka Raya - Kabut asap mulai terasa di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran, yang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan.
Tomy Irawan Diran yang bertugas di Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah bidang Kesejahteraan Rakyat, meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi kabut asap semakin pekat.
"Kalau memang tidak perlu keluar rumah, sebaiknya jangan dulu. Kalau harus keluar, gunakan masker, terutama kalau kabut asap semakin pekat," ujarnya.
Menurutnya, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan perlu mendapatkan perhatian lebih. Masyarakat juga dapat menggunakan alat penyaring udara atau air purifier di dalam rumah apabila memiliki kemampuan untuk membelinya.
Selain itu, Tomy meminta fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, meningkatkan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat dampak kabut asap.
"Kesiapan fasilitas kesehatan tentu harus menjadi perhatian. Puskesmas dan rumah sakit harus siap memberikan pelayanan apabila ada masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap," katanya.
Ia juga mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi kebutuhan oksigen di fasilitas kesehatan maupun pelayanan publik. Menurutnya, kondisi kabut asap sulit diprediksi dan dapat semakin memburuk apabila kebakaran hutan dan lahan terus meluas.
Terkait kegiatan belajar mengajar, Tomy menilai pemerintah daerah perlu mengambil langkah sesuai kondisi kualitas udara di lapangan. Apabila kabut asap semakin pekat dan membahayakan kesehatan anak-anak, kebijakan untuk mengurangi atau menghentikan sementara aktivitas belajar tatap muka dapat dipertimbangkan.
"Kalau kondisi kabut asap semakin pekat dan membahayakan anak-anak, tentu perlu ada kebijakan dari pemerintah. Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas," tegasnya.
Di sisi lain, Tomy menyoroti pentingnya pengawasan terhadap potensi pembakaran lahan. Menurutnya, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat.
Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, termasuk dalam kegiatan pembukaan maupun pembersihan lahan. Pemerintah kabupaten dan kota juga diharapkan terus memperkuat edukasi serta sosialisasi mengenai aturan dan bahaya pembakaran lahan.
"Jangan sampai masyarakat tidak memahami aturan yang berlaku. Pemerintah daerah harus terus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga pencegahan karhutla bisa dilakukan bersama-sama," pungkasnya.
(Era Suhertini)
0 Comments