Kalteng

Kadiskop UKM Kalteng Rahmawati Hadiri Pasar Murah, Ungkap Perkembangan Koperasi Merah Putih di 14 Kabupaten/Kota

Palangka Raya - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah, Rahmawati, menghadiri kegiatan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di Masjid Darussalam, Jalan G. Obos, Palangka Raya, Selasa (10/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Rahmawati menyampaikan perkembangan pembangunan Koperasi Merah Putih di Kalimantan Tengah. Ia menjelaskan bahwa proses pembangunan koperasi yang dilaksanakan oleh PT Agrina melalui dukungan TNI saat ini telah mencapai sekitar 26 persen dari total rencana pembangunan sekitar 200.000 unit secara nasional.

“Khusus di Kalimantan Tengah sendiri, sudah ada tiga koperasi yang pembangunannya mencapai 100 persen, yaitu di Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Katingan, dan satu di Kota Palangka Raya,” ujar Rahmawati.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya juga terus mendorong operasionalisasi gerai koperasi. Sesuai aturan, satu koperasi minimal memiliki delapan gerai usaha. Namun, kondisi geografis Kalimantan Tengah yang memiliki banyak desa terpencil membuat pengembangan gerai disesuaikan dengan potensi masing-masing desa.

"Kami mengarahkan agar setiap desa memaksimalkan potensi yang ada, seperti sektor pertambangan, perkebunan, maupun pertanian untuk dijadikan unit usaha koperasi,” jelasnya.

Rahmawati menambahkan, hingga saat ini sudah terdapat 13 gerai koperasi yang beroperasi di Kalimantan Tengah dan jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan proses pembangunan yang saat ini telah mencapai sekitar 65 persen.

Adapun jenis gerai yang harus dimiliki koperasi di antaranya gerai pupuk, layanan BRILink, distribusi jasa melalui PT Pos Indonesia, penyaluran gas elpiji, hingga penjualan bahan pokok.

Meski demikian, Rahmawati mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pengembangan gerai koperasi, terutama terkait kerja sama dengan mitra seperti Pertamina, Bulog, dan pihak lainnya.

"Misalnya untuk penyaluran LPG melalui Patra Niaga, harus tersedia gudang dan gerai terlebih dahulu. Sementara sebagian koperasi masih dalam proses pembangunan sehingga masih menggunakan tempat sementara,” ungkapnya.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan berbagai mitra agar akses kerja sama dapat dipermudah sehingga koperasi memiliki lebih banyak unit usaha.

Selain itu, pengurus koperasi juga didorong untuk menggali potensi ekonomi di desa masing-masing. Apabila terdapat usaha yang belum terdaftar dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), maka akan diusulkan melalui Kementerian Koperasi agar dapat menjadi unit usaha resmi koperasi.

Rahmawati menyebutkan, koperasi tersebut kini telah tersebar di 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah, termasuk koperasi yang berada di kawasan hutan yang memanfaatkan potensi wisata dan sumber daya lokal sebagai unit usaha.

"Kami berharap koperasi ini dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Tengah,” pungkasnya.

(Era Suhertini)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments