Kalteng

OJK Kalteng Bekali “PMI” di Korea Selatan Literasi Keuangan dan Kewaspadaan Digital demi Masa Depan yang Lebih Sejahtera

Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). 

Melalui webinar internasional bertajuk “Pelatihan Literasi & Aplikasi Smart PMI untuk PMI di Korea Selatan”, OJK memberikan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan yang bijak serta kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang semakin marak.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Proyek Berbasis Masyarakat Universitas (PBMU) Siber Muhammadiyah bersama Komunitas Migran Indonesia (KMI) dan Forkomasi Korea Selatan tersebut berlangsung secara daring pada 31 Mei 2026 dan diikuti antusias oleh PMI yang bekerja dan menetap di Korea Selatan.

Webinar ini menjadi bagian dari upaya memberikan perlindungan kepada PMI, tidak hanya dalam aspek pekerjaan, tetapi juga dalam pengelolaan hasil kerja mereka agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan keluarga.

Berdasarkan data Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), selama periode Januari hingga April 2026 terdapat 97.423 layanan penempatan PMI ke berbagai negara. Namun di balik kontribusi besar tersebut, masih terdapat tantangan yang dihadapi PMI, terutama terkait pengelolaan keuangan dan risiko penipuan.

Pada periode yang sama, KP2MI menerima 1.111 pengaduan, termasuk 50 pengaduan terkait jaminan sosial PMI dan 24 pengaduan mengenai penipuan peluang kerja. Data tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan pemahaman keuangan dan keamanan digital bagi para pekerja migran.

Rektor Universitas Siber Muhammadiyah, Bambang Riyanta, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas PMI harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek kesehatan mental, keamanan digital, hingga pengelolaan keuangan.

“PMI merupakan aset bangsa yang memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional. Karena itu, mereka perlu dibekali pengetahuan yang memadai agar mampu mengelola keuangan dengan baik, menjaga keamanan digital, serta memahami hak dan perlindungan selama bekerja di luar negeri,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili Manajer OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Ika Budhi Pratiwi, menyampaikan materi mengenai pentingnya perencanaan keuangan, budaya menabung, investasi pada instrumen keuangan yang legal, serta mengenali berbagai modus penipuan dan investasi ilegal di era digital.

OJK Kalteng juga memperkenalkan Buku Saku Literasi Keuangan bagi PMI dan Keluarga yang diluncurkan pada November 2025. Buku tersebut diharapkan menjadi panduan praktis bagi PMI dan keluarganya dalam mengelola keuangan secara berkelanjutan dan produktif.

“Literasi keuangan bagi PMI tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengatur uang, tetapi juga merupakan bentuk perlindungan diri. PMI yang memiliki literasi keuangan yang baik akan lebih mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat, terhindar dari aktivitas keuangan ilegal, serta dapat memanfaatkan hasil kerjanya untuk membangun masa depan yang lebih sejahtera bagi diri sendiri maupun keluarganya,” kata Ika.

Selain materi literasi keuangan, webinar juga menghadirkan narasumber dari bidang kesehatan mental dan keamanan siber, yakni Dokter Puskesmas Buminabung Muhammad Sandi Setiawan serta pakar keamanan siber PTPN Group, Fatikho Kautsar.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta, mulai dari strategi mengelola penghasilan selama bekerja di luar negeri, perlindungan data pribadi, hingga menjaga kesehatan mental di tengah tantangan hidup sebagai pekerja migran.

Melalui kegiatan ini, OJK Provinsi Kalimantan Tengah berharap para PMI semakin cakap dalam mengelola keuangan, lebih waspada terhadap ancaman kejahatan digital, serta mampu memanfaatkan hasil kerja mereka untuk menciptakan kehidupan yang lebih mandiri, aman, dan sejahtera di masa depan.

(Era Suhertini)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments