P. Raya

Pasar Tradisional Blauran Kian Sepi, Pedagang Kecil Terhimpit Persaingan Modern

Palangka Raya - Sejak awal tahun 2026, penurunan jumlah pembeli di pasar tradisional semakin terasa. Para pedagang kecil mulai merasakan dampaknya secara langsung, terutama mereka yang menjual kebutuhan sekunder.

Pasar tradisional yang dahulu menjadi jantung ekonomi lokal kini harus bersaing dengan toko modern dan pasar daring.

Perubahan gaya belanja masyarakat yang lebih mengutamakan kepraktisan, ditambah kenaikan harga kebutuhan pokok, membuat banyak warga memilih menahan pengeluaran.

Akibatnya, sejumlah pedagang mengaku kehilangan pelanggan tetap. Lapak yang dulu ramai kini terlihat lengang, terutama pada hari-hari biasa. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan keberlangsungan usaha kecil yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.

Fenomena tersebut menunjukkan pentingnya perhatian bersama. Revitalisasi pasar, penataan yang lebih nyaman dan bersih, pelatihan digital bagi pedagang, serta promosi gerakan belanja lokal dapat menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali pasar tradisional.

Jika tidak segera ditangani, bukan hanya ekonomi rakyat kecil yang tergerus, tetapi juga identitas budaya lokal yang selama ini tercermin dalam keberagaman barang dagangan dan interaksi khas pasar tradisional.

(ANISA BELLA)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments