Kalteng

593 Hotspot Terdeteksi di Kalteng, Satgas Dalkarhutla Perkuat Operasi di Wilayah Rawan

​​​​​Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menyusul meningkatnya titik panas di sejumlah wilayah. Penanganan difokuskan pada kawasan rawan, terutama Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, serta sejumlah wilayah di Kota Palangka Raya, Sabtu (8/8/2026).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, mengatakan penanganan Karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur darat maupun udara.

Menurutnya, kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman karena api dapat bertahan di bawah permukaan. Karena itu, upaya pemadaman tidak hanya dilakukan terhadap api yang terlihat, tetapi juga dilanjutkan dengan pembasahan, pendinginan, dan penyekatan.

“Penanganan Karhutla tidak cukup hanya memadamkan api yang terlihat. Pembasahan, pendinginan, dan penyekatan harus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang kembali memicu kebakaran,” tegas Ahmad Toyib.

Dalam operasi tersebut, Satgas Udara dikerahkan sebanyak empat regu, sementara Satgas Darat sebanyak 16 regu. Sebanyak 10 regu diarahkan ke Tumbang Nusa, satu regu ke Kameloh Baru, satu regu ke Kalampangan, dan empat regu ditempatkan di Pos Komando. Khusus operasi gabungan di kawasan Tumbang Nusa, turut dikerahkan 32 regu Satgas Darat untuk memperkuat pemadaman dan penanganan lanjutan.

Di Jalan Tanjung Taruna, Kabupaten Pulang Pisau, Regu Damkar 1 BPBPK Kalteng bersama unsur TNI melakukan pemadaman sejak pukul 08.30 WIB hingga 16.00 WIB. Tim menangani kebakaran pada lahan gambut dengan vegetasi semak belukar dan pakis, termasuk melakukan pembasahan pada bagian bawah permukaan.

Penanganan juga dilakukan di sejumlah titik di kawasan Tumbang Nusa. Regu Damkar II BPBPK bersama Basarnas melakukan pemadaman menggunakan sumber air dari sumur bor. Sementara itu, personel BPBPK bersama TNI melakukan pembasahan di sekitar embung depan Balai Persemaian Bibit Tumbang Nusa untuk mencegah api merambat ke jalan raya.

Tim gabungan juga melakukan pendinginan di sejumlah lokasi lainnya. Pos Lapangan Jalan Tumbang Nusa melaporkan area sekitar 0,55 hektare telah berhasil dipadamkan, sedangkan patroli pencegahan terus dilakukan di sepanjang Jalan Trans Kalimantan.

Di wilayah Kalampangan, penanganan Karhutla dilakukan di Jalan Manunggal dengan luas lahan terbakar sekitar dua hektare dan Jalan Kahuripan sekitar 0,5 hektare. Sementara di Jalan Mahir Mahar, Tumbang Nusa, kebakaran yang diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare masih memerlukan penanganan lanjutan.

Selain pemadaman, unsur Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, BPK, TNI, Polri, relawan, serta unsur terkait juga melakukan patroli, pembasahan, pemantauan, dan sosialisasi kepada masyarakat.

Kondisi Karhutla semakin menjadi perhatian seiring tingginya jumlah titik panas. Berdasarkan pembaruan data BMKG melalui Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, terdeteksi sebanyak 593 titik panas di Kalimantan Tengah berdasarkan pemantauan satelit pada 7 Agustus 2026.

Titik panas terbanyak terdeteksi di Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 149 titik, disusul Kapuas 78 titik, Palangka Raya 59 titik, Pulang Pisau 57 titik, Seruyan 54 titik, dan Sukamara 53 titik.

BMKG juga mengingatkan kondisi bahan bakar permukaan di sebagian besar wilayah Kalteng pada periode 8–15 Agustus 2026 berada dalam kondisi sangat kering dan mudah terbakar. Potensi curah hujan yang masih minim turut meningkatkan risiko terjadinya Karhutla.

Menghadapi kondisi tersebut, Pemprov Kalteng bersama seluruh unsur Satgas Dalkarhutla terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan melalui pemadaman, pembasahan, pendinginan, penyekatan, patroli, serta pemantauan wilayah rawan.

Ahmad Toyib juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin dan mencegah api meluas.

(Era Suhertini)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments