PALANGKA RAYA – DPRD Kota Palangkaraya meminta pemerintah kota (Pemkot), instansi terkait meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Langkah antisipasi ini menyusul adanya prediksi BMKG, terkait potensi kemarau yang datang lebih awal serta ancaman fenomena El Nino tahun ini
Anggota DPRD Kota Palangkaraya, Salundik, S.H., menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh lengah atau sekadar menunggu bencana terjadi
"Kita memasuki fase krusial dengan adanya potensi kemarau awal dan El Nino. Oleh karena itu, kami di dewan meminta pemerintah segera melakukan mitigasi komprehensif, pemetaan wilayah rawan, serta memperkuat lini pencegahan sebelum titik api mulai bermunculan," tegas Salundik, Sabtu (30/5/2026).
Pemetaan wilayah rawan kebakaran di area gambut harus diperbarui guna memastikan sebaran infrastruktur pembasahan lahan, seperti sumur bor dan sekat kanal, berfungsi optimal. Selain itu, kesiapan sarana dan prasarana pemadaman milik daerah harus dipastikan siap.
"Sinergi antar-sektor tidak bisa ditawar lagi. TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dinas lingkungan hidup, hingga barisan pemadam kebakaran swadaya harus berada dalam satu komando yang solid," jelasnya.
Tidak kalah penting, melibatkan masyarakat secara aktif, khususnya melalui penguatan Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat kelurahan. Edukasi mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar harus terus disosialisasikan hingga ke wilayah pinggiran kota.
"Masyarakat adalah garda terdepan dalam mendeteksi dini karhutla. Jika sinergi antara pemerintah, aparat, dan warga ini terbangun kuat, kita optimis dampak bisa kita minimalisir bersama," pungkas Salundik.
(Olivia Teja)
0 Comments