Kalteng

Arif M Norkim Dorong Posyandu Modern di Palangka Raya, Tegaskan Peran Kader dan Dukungan Anggaran sebagai Kunci

PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Arif M Norkim, kembali menegaskan dukungannya terhadap pengembangan Posyandu modern sebagai langkah strategis memperkuat layanan kesehatan primer di tingkat masyarakat. Ia menilai modernisasi Posyandu sangat relevan untuk menjawab kebutuhan warga akan pelayanan yang lebih cepat, merata, dan responsif.

Menurut Arif, Posyandu modern tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai tempat penimbangan balita dan imunisasi. Dengan konsep yang dikembangkan, Posyandu diharapkan menjadi pusat informasi, edukasi, serta skrining diniberbagai masalah kesehatan.
Transformasi Posyandu menjadi modern sangat relevan. Kita butuh sistem layanan kesehatan yang lebih adaptif,” ujarnya, Rabu (02/7/25).

Pengembangan Posyandu modern dinilai mampu memperluas fungsi layanan, menjadikannya garda terdepan kesehatan masyarakat di tingkat RT dan kelurahan. Posyandu modern diharapkan memberikan layanan yang lebih komprehensif, mulai dari pemantauan tumbuh kembang, konseling gizi, pencegahan penyakit, hingga edukasi kesehatan keluarga.

Arif juga menegaskan bahwa revitalisasi Posyandu merupakan bentuk nyata pelayanan kesehatan berbasis komunitas yang mendukung visi Palangka Raya sebagai kota cerdas dan berwawasan lingkungan. Ia menilai Posyandu harus mampu mengikuti perkembangan teknologi, namun tetap ramah terhadap kebutuhan dan karakteristik masyarakat lokal.

Posyandu modern harus mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus tetap ramah terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Arif kembali menekankan pentingnya komitmen pemerintah kota. Menurutnya, anggaran yang memadai dan pendampingan kader Posyandu adalah fondasi utama yang menentukan keberhasilan modernisasi. “Pemerintah kota harus memastikan anggaran dan pendampingan kader terpenuhi,” tegasnya.

Ia juga mendorong sinergi lintas sektor—mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, pemerintah kelurahan, hingga kader PKK—untuk memastikan program berjalan konsisten dan berkelanjutan.

Meski infrastruktur dan fasilitas menjadi bagian penting dari modernisasi, Arif menegaskan bahwa peran kader adalah kunci. Menurutnya, tanpa keterlibatan aktif kader dan partisipasi warga, modernisasi Posyandu hanya akan menjadi slogan tanpa hasil nyata.

Yang utama adalah kualitas layanan dan keterlibatan warga. Di sinilah kader-kader Posyandu jadi ujung tombak yang harus terus kita perkuat,” tandasnya.

Arif berharap, dengan dukungan anggaran, peningkatan kapasitas kader, serta teknologi yang lebih terintegrasi, Posyandu modern di Palangka Raya dapat menjadi model pelayanan kesehatan masyarakat yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya menyuarakan pentingnya menyediakan ruang aspirasi bagi anak-anak agar proses belajar tidak hanya bersifat formal, tetapi juga menyenangkan dan relevan dengan kehidupan mereka.

Anggota Komisi III DPRD, Deby Setiawan, menilai pendidikan saat ini masih terlalu berfokus pada kurikulum, sementara kreativitas dan suara anak belum terakomodasi sepenuhnya. “Anak-anak punya hak untuk menyampaikan pendapat, termasuk soal cara belajar yang paling nyaman bagi mereka,” ujarnya, Rabu (02/7/25).

(Deddy)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments