Kalteng

Dinas Kehutanan Kalteng Optimalkan Normalisasi Kanal untuk Cegah Karhutla di Tumbang Nusa dan Desa Taruna

Palangka Raya - Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui kegiatan normalisasi kanal di kawasan rawan kebakaran, khususnya di wilayah Tumbang Nusa dan Desa Taruna.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Dinas Kehutanan mengerahkan dua unit alat berat ekskavator untuk melakukan penanganan dan penataan kanal sebagai bagian dari upaya menjaga tata kelola air di kawasan lahan gambut. 

Langkah ini bertujuan mempertahankan kelembapan lahan sehingga risiko munculnya titik api dapat diminimalkan, terutama pada musim kemarau.

Kegiatan di lapangan turut didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Fritno, S.Hut. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan proses normalisasi kanal berjalan sesuai rencana sekaligus memperkuat koordinasi dalam pengendalian karhutla.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Agustan Saining, S.Hut., M.Si., menegaskan bahwa upaya pengendalian karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman saat kebakaran terjadi, tetapi juga mengedepankan langkah-langkah pencegahan yang berkelanjutan.

"Normalisasi kanal merupakan bagian penting dari upaya mitigasi karhutla. Dengan menjaga tata kelola air di lahan gambut, kita berupaya mencegah munculnya titik api sejak dini. Pencegahan adalah langkah terbaik untuk melindungi hutan, lingkungan, dan masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan tata air yang baik menjadi salah satu strategi efektif dalam menjaga kondisi lahan gambut tetap basah sehingga tidak mudah terbakar. Karena itu, normalisasi kanal terus dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla di Kalimantan Tengah.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat langkah-langkah preventif dalam pengendalian karhutla. 

Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga kelestarian hutan dan lahan serta melindungi Kalimantan Tengah dari ancaman kabut asap.

"Terjaganya kanal berarti terjaganya kelembapan lahan. Dengan demikian, risiko kebakaran dapat ditekan dan kelestarian hutan tetap terpelihara demi keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat," tutupnya.

(Era Suhertini)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments