Kalteng

Pemprov Kalteng Siapkan RTH dan Jalur Ramah Pesepeda di Palangka Raya

Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mempersiapkan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta penataan jalur berbagi ruang bagi masyarakat di Kota Palangka Raya.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah, Juni Gultom mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyelesaikan administrasi untuk proses pelelangan pembangunan tahap pertama RTH yang berada di kawasan bekas kantor Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah.

Menurutnya, pembangunan RTH tersebut tetap mempertahankan pepohonan yang sudah ada agar fungsi hutan kota tetap terjaga.

“Ruang terbuka hijau ini tetap melestarikan pohon-pohon yang ada dan nantinya akan ditambah fasilitas penunjang lainnya,” ujar Juni Gultom.

Ia menjelaskan, sementara ini Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah masih berkantor di Jalan Yos Sudarso sambil menunggu proses penataan kawasan selesai dilakukan.

Selain pembangunan RTH, Pemprov Kalteng juga melakukan penataan ruas jalan ramah pesepeda dan pejalan kaki di sejumlah titik Kota Palangka Raya. Jalur yang dicat warna Biru tersebut disiapkan sebagai ruang bersama bagi seluruh masyarakat, termasuk pesepeda, pejalan kaki, hingga penyandang disabilitas.

“Konsepnya berbagi ruang untuk semua pengguna fasilitas publik kota, termasuk kegiatan sosial masyarakat,” katanya.

Terkait anggaran, Juni Gultom menyebut pengerjaan jalur tersebut menggunakan dana pemeliharaan jalan pada masing-masing ruas jalan dalam kota dengan nilai anggaran yang berbeda-beda.

Ia juga menanggapi keluhan masyarakat terkait minimnya sosialisasi jalur berwarna biru tersebut. Menurutnya, pengerjaan masih dalam tahap proses dan nantinya akan dilengkapi simbol khusus seperti gambar sepeda, jogging track, hingga simbol difabel agar masyarakat lebih memahami fungsi jalur tersebut.

“Ini masih proses, nanti akan dibuat gambar sepeda, orang jogging, dan simbol difabel supaya masyarakat lebih paham,” jelasnya.

Sementara itu, di kawasan RTH tersebut juga telah dibangun terowongan bawah tanah yang difungsikan sebagai museum perjuangan dan budaya Kalimantan Tengah.Museum tersebut sebelumnya telah diperkenalkan saat peluncuran Huma Betang Night.

Museum bawah tanah itu menampilkan berbagai peninggalan budaya dan sejarah masyarakat Kalimantan Tengah, seperti sapundu serta berbagai warisan budaya nenek moyang Dayak.

Saat ini museum dibuka gratis untuk masyarakat setiap hari Sabtu dan Minggu.

“Tujuannya untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya serta sejarah nenek moyang kita kepada masyarakat,” pungkasnya.

(Era Suhertini)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments