Palangka Raya - Kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.Kegiatan ini mengusung Tema"Penguatan Empat Pilar Kebangsaan Sebagai Landasan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara". Digelar di Rumah Aspirasi.Bias Layar S.H., Jalan G. Obos XIII, Palangka Raya, Kamis (26/3/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Anggota DPR RI/MPR RI dari Fraksi Partai Golkar daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Bias Layar, S.H., bersama sejumlah narasumber dan peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ikrar Pancasila yang dipimpin langsung oleh Bias Layar, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia Hery Arayanto. Turut hadir sebagai narasumber Ketua Rumah Aspirasi Bias Layar, Drs. Ransel Igok Garadu, serta pemateri lainnya.
Anggota DPR/MPR RI, Bias Layar S,H., kembali menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan sebagai bagian dari tanggung jawab moral kepada masyarakat, khususnya di daerah pemilihan Kalimantan Tengah. Kegiatan yang merupakan sesi kedua ini sebelumnya juga telah dilaksanakan di Hotel Batu Suri Internasional dengan jumlah peserta lebih dari 150 orang, yang didominasi kalangan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Bias Layar menegaskan bahwa generasi muda tidak hanya dituntut untuk cerdas secara intelektual, tetapi juga harus memiliki moral, etika, dan sikap yang baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.“Ini merupakan momen yang luar biasa dari pemerintah, agar kita tidak hanya cerdas, tetapi juga bermoral, beretika, dan memiliki attitude yang baik,” ujarnya di hadapan para peserta yang terdiri dari ibu-ibu dan masyarakat umum.
Ia menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi Empat Pilar yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab moral anggota DPR/MPR RI kepada masyarakat. Terutama dalam memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai ketuhanan, moralitas, serta pentingnya menaati aturan dan undang-undang demi mewujudkan negara yang maju dan berdaya saing.
Menurutnya, pembinaan sejak dini kepada generasi muda menjadi kunci dalam menyongsong Indonesia Emas di masa mendatang. Oleh karena itu, peran keluarga dan masyarakat sangat penting dalam membentuk karakter anak-anak agar mampu hidup dalam keberagaman dan tetap menjunjung tinggi persatuan.
Dalam kesempatan tersebut, Bias Layar juga menyinggung isu geopolitik global, khususnya yang terjadi di kawasan Timur Tengah, yang dinilai dapat berdampak signifikan terhadap perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Ia menjelaskan bahwa sekitar 20 persen jalur energi dunia melewati kawasan tersebut, sehingga potensi kenaikan harga minyak global menjadi perhatian serius.
“Jika harga minyak melonjak drastis, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama ibu-ibu dalam kebutuhan sehari-hari. Ini bisa memicu resesi ekonomi,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya kemandirian energi nasional sebagai langkah strategis untuk menghadapi situasi global yang tidak menentu. Indonesia, menurutnya, memiliki potensi besar, baik dari energi terbarukan seperti kelapa sawit maupun sumber daya mineral seperti batu bara dan bauksit yang dapat dimaksimalkan.
Meski demikian, ia berharap konflik geopolitik di Timur Tengah dapat segera menemukan titik terang melalui jalur diplomasi yang melibatkan berbagai negara terkait, sehingga stabilitas ekonomi global dapat kembali terjaga.“Harapan kita tentu konflik ini segera selesai, demi kepentingan dunia, bukan hanya satu negara saja,” tutupnya..
(Era Suhertini)
0 Comments