Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelenggaraan Pemerintahan Desa/Kelurahan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 di GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya, Kamis (6/8/2026).
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Tengah, Farid Wadjdi, menegaskan bahwa Program Pendidikan Tinggi Vokasi Diploma I (D-I) Bidang Pertanian merupakan inisiasi langsung Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran sebagai upaya mencetak generasi muda yang siap menjadi petani modern dan meningkatkan ketahanan pangan daerah. Program bapak Gubernur KHBS.
Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya yang mendirikan Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya sebagai penyelenggara pendidikan.
Farid menjelaskan, rapat koordinasi yang digelar bersama pemerintah kabupaten dan kota bertujuan mensosialisasikan pelaksanaan program kepada seluruh daerah agar proses rekrutmen peserta berjalan optimal. Pendanaan program berasal dari APBD Provinsi Kalimantan Tengah, sedangkan pelaksanaannya melibatkan kolaborasi lintas perangkat daerah, di antaranya Disnakertrans, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan, Dinas Pendidikan, serta Dinas Kehutanan sesuai bidang masing-masing.
"Ini merupakan kerja sama dan kolaborasi lintas dinas agar program pendidikan vokasi satu tahun ini benar-benar berhasil," ujar Farid
Ia menerangkan, proses pembelajaran dirancang dengan komposisi sekitar 30 persen teori dan 70 persen praktik. Para peserta akan mempelajari seluruh tahapan budidaya pertanian, mulai dari pemilihan bibit, teknik penanaman, perawatan hingga panen menggunakan peralatan pertanian modern.
Menurutnya, penggunaan teknologi modern menjadi daya tarik utama program ini karena mampu mengubah persepsi bahwa bertani identik dengan pekerjaan berat dan serba manual. Dengan mekanisasi pertanian, produktivitas akan meningkat sehingga hasil panen dan pendapatan petani juga lebih besar.
Pada angkatan pertama, sebanyak 178 peserta akan diterima. Apabila animo masyarakat tinggi, pemerintah akan membuka gelombang berikutnya. Secara simbolis, para peserta akan diserahkan oleh Gubernur Kalimantan Tengah kepada Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.
Selama mengikuti pendidikan selama satu tahun, seluruh peserta akan didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan perlindungan penuh selama 12 bulan. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan jaminan apabila terjadi risiko saat mengikuti kegiatan praktik di lapangan.
Setelah menyelesaikan pendidikan, lulusan juga akan mendapat pendampingan lanjutan dari Kementerian Pertanian melalui berbagai program pengembangan dan pemberdayaan petani muda. Pengalaman kerja dan pelatihan yang diikuti nantinya akan diakui sebagai bagian dari pengembangan kompetensi secara berjenjang.
Farid menambahkan, sasaran program ini tidak hanya berasal dari wilayah perkotaan, tetapi juga membuka kesempatan luas bagi pemuda dari desa-desa, termasuk kawasan sekitar hutan. Menurutnya, program beasiswa ini menjadi peluang besar bagi generasi muda di pedesaan untuk memperoleh pendidikan sekaligus keterampilan yang langsung dapat diterapkan.
"Harapan kita adalah lahir petani-petani muda milenial yang menguasai teknologi pertanian modern, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kalimantan Tengah," pungkas Farid.
(Era Suhertini)
0 Comments