Kalteng

Subandi Dorong Literasi Digital Masuk Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, mendorong sekolah-sekolah di kota itu untuk memasukkan literasi digital ke dalam kegiatan ekstrakurikuler atau pelatihan tematik. Tujuannya, agar anak-anak memiliki pemahaman yang lebih baik tentang penggunaan media sosial dan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.

Menurut Subandi, materi literasi digital yang diajarkan bisa meliputi cara mengenali hoaks, menjaga privasi, serta menghormati etika komunikasi digital. Dengan pembelajaran ini, generasi muda diharapkan dapat menggunakan teknologi secara bijak dan kreatif.

Generasi muda kita adalah pengguna aktif teknologi. Maka tanggung jawab kita bersama adalah memastikan mereka tumbuh dengan sehat, cerdas, dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebaikan,” tegas Subandi, Kamis (03/7/25).

Subandi menekankan bahwa literasi digital tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga melibatkan orang tua dan pemerintah. Sekolah bisa menjadi tempat belajar praktis, sementara orang tua mendampingi anak di rumah, dan pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan DP3A menyediakan materi edukasi yang sistematis.

Dengan strategi ini, anak-anak di Palangka Raya diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara positif, menghindari risiko negatif seperti kecanduan layar atau perundungan siber, dan tumbuh menjadi generasi yang cerdas serta bertanggung jawab di dunia digital.

DPRD Palangka Raya Dorong Kota Keren dan Ramah bagi Generasi Muda

PALANGKA RAYA – Sekretaris Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Pitria Noor, menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga keren secara konsep. Ia menekankan pentingnya menjadikan Palangka Raya sebagai kota yang ramah bagi generasi muda, kreatif, hijau, dan berbasis teknologi.

Menurut Pitria, aspirasi ini muncul dari berbagai masukan masyarakat yang ingin kota ini menjadi nyaman, memiliki daya saing, dan menjadi kebanggaan warga, khususnya bagi anak-anak muda.

Kita ingin Palangka Raya bukan hanya maju, tetapi juga punya konsep kota yang menarik dan ramah untuk generasi muda, yang bisa mereka nikmati dan banggakan,” ujar Pitria Kamis (03/7/25).

 Pitria menambahkan bahwa pembangunan kota yang ramah bagi generasi muda tidak hanya tentang fasilitas fisik, tetapi juga program kreatif, ruang publik yang hijau, dan pemanfaatan teknologi. Dengan begitu, generasi muda dapat tumbuh di lingkungan yang mendukung inovasi, kreativitas, dan kualitas hidup yang lebih baik.

Langkah ini dinilai penting untuk mewujudkan Palangka Raya sebagai kota yang kompetitif dan berkelanjutan, sekaligus memberikan ruang bagi anak muda untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan kota.

(Deddy)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments