P. Raya

BATAMAD Provinsi Kalimantan Tengah Gelar Silahturahmi Sesama Utus Dayak

PALANGKA RAYA - Badan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak Provinsi Kalimantan Tengah atau lebih dikenal sebagai BATAMAD dengan tetap mematuhi protokol Kesehatan menyelenggarakan silahturahmi sesama utus dayak se provinsi Kalimantan tengah di Huma Betang,  jln. Rta milono Kota palangka raya Jumat 12 maret 2021. BATAMAD Provinsi Kalimantan tengah resmi menggelar kegiatan silahturahmi dengan sesama utus dayak atau masyarakat adat dayak dalam lingkup se provinsi Kalimantan tengah. Kegiatan ini dihadiri oleh pihak DAD provinsi Kalimantan Tengah, tokoh adat dan tokoh masyarakat serta ormas ormas dan damang dari berbagai kabupaten di Kalimantan tengah meliputi kotawaringin timur, barito timur, gunung mas, katingan dan lain lain. Mengingat adanya protocol Kesehatan yang wajib diterapkan kegiatan silahturahmi, diskusi dan saling bertukar pikiran ini di bagi menjadi 2 sesi yakni di setiap sesinya hanya terdiri dari 30 orang saja. Kegiatan ini bertujuan sebagai forum sesama utus dayak untuk saling bertukar pikiran, berdiskusi, dan mendapatkan solusi dari polemik yang menyangkut adat dayak belakangan ini, diantaranya kerjasama antar Lembaga adat, hutan adat dayak dan terlebih lagi yang sedang hangat diperbincangkan, yakni pusaka adat dayak Mandau yang kini eksistensinya terancam berdasarkan pernyataan larangan yang dilontarkan oleh Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran yang sempat viral melalui media social, bahwa masyarakat adat dayak dilarang membawa Mandau dalam melaksanakan kegiatan adat. Dalam wawancaranya Panglima Batamad Provinsi Kalimantan Tengah, Yuandrias mengatakan untuk mencermati dan mengantisipasi dampak dari isu isu yang marak terkait adat dayak, maka diskusi antar Lembaga adat berserta ormas ormas dilingkup Kalimantan tengah penting untuk dilaksanakan. Yuandrias menambahkan berbagai aspirasi yang telah dilontarkan pada silahturahmi ini kiranya dapat sampai kepada pihak-pihakterkait  sehingga tercapai klarifikasi akhir.  Diwaktu yang berbeda Eda Stepanlalung Selaku Ketua Gerakan Mandau Talawang Pancasila Sakti Kalimantan Tengah menegaskan bahwa eksistensi senjata Mandau bukan untuk menakuti orang, melainkan digunakan untuk ranah adat dan kesakralan ritual adat dayak.

 

(HR)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments