P. Raya

Dampak PPKM sangat dirasakan oleh PKL

PALANGKA RAYA - Pembatasan operasional menyusul adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Palangka Raya mengakibatkan nasib PKL terpuruk. Sebagian besar lapak terpaksa tutup lantaran tidak ada pembeli. Hanya sebagian kecil yang masih nekat buka demi menyambung hidup meski hanya satu dua pembeli yang datang.

Dampak PPKM Darurat Palangka Raya membuat omzet PKL menurun drastis hingga 75 persen. Padahal sebelum ada PPKM Darurat pendapatan PKL sudah menurun 35-50 persen dan PKL berusaha bangkit lagi dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Mak La (28),  pedagang di Jl Yos Sudarso bahkan mengaku tidak menerima pembeli sejak sore hingga malam hari. Meski begitu ia mengaku akan tetap berjualan."Sudah kerjaannya gini, mau apa lagi. Pasrah saja," ungkapnya.

Sejak PPKM Darurat, Satgas COVID-19 Paalangka Raya menyekat 23 titik jalan. Satgas mempersilahkan warung, PKL, kafe dan restoran buka namun harus dilarang dine in atau makan di tempat. Meski demikian warung, kafe dan rumah makan serta PKL tetap sepi pembeli.

 

(Deddi)

 

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments