P. Raya

Haji Nuryakin : Birokrasi Harus & Terus Berinovasi Dalam Kebijakan dan Pelayanan

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah membahas isu-isu strategis tentang berbagai program dan kegiatan, tentunya masalah-masalah yang berkaitan dengan pembangunan tentang penelitian dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Kalteng.

Dengan demikian, digelar rapat koordinasi penelitian dan pengembangan (Rakorlitbang) IPTEK se-Kalteng, di Aula Serba Guna Bappedalitbang Kalteng, Jumat 12 November 2021. Rapat dibuka langsung Penjabat Sekretaris Daerah Kalteng, Nuryakin.

Nuryakin berharap kepada seluruh peserta rapat kiranya dapat menyamakan persepsi khususnya dalam menghadapi tantangan pemulihan di berbagai bidang kehidupan pasca pandemi Covid-19, melalui berbagai kegiatan yang memiliki daya saing dan berwawasan ramah lingkungan untuk dituangkan dalam program serta kegiatan yang disesuaikan dengan isu strategis serta sesuai visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur yaitu Kalteng BERKAH.

Pandemi Covid-19 telah mengubah struktur tatanan sosial, budaya dan ekonomi. Dengan demikian sendi-sendi dan kebiasaan hidup dipaksa untuk menyesuaikan era normal baru (Normal New Era), mulai soal ibadah, berbelanja, berolahraga, bertamasya sampai pada bekerja.

“Sehingga dalam upaya pemulihan kondisi pasca pandemi Covid-19, maka kita harus berupaya keras mendorong birokrasi untuk terus melakukan inovasi kebijakan dan pelayanannya, baik dalam kondisi normal maupun emergensi,” tutur Nuryakin.

Unit kerja seperti penelitian dan pengembangan (litbang) juga diharapkan terus dipacu untuk mengkreasikan inovasi yang terus berkembang, dan siap melakukan invensi hasil litbang dalam mendorong percepatan pemulihan kehidupan ekonomi dan peningkatan nilai daya saing daerah.

Unit kerja litbang harus mampu merevitalisasi fungsi dan tugasnya, untuk pengembangkan ide dan gagasan baru tentang kebijakan dan pelayanan publik tanpa menunggu pandemi datang. Kita perlu melantangkan suara tentang mendesaknya penyusunan dan pengambilan kebijakan berbasis ilmu dan data (evidencebased policy).

Hal mendasar lainnya adalah mengembalikan mitigasi risiko dalam kebijakan dan pelayanan publik sebagai kebutuhan dasar untuk menyiapkan kemungkinan terburuk atas kejadian yang tak pernah terduga. Internalisasi inovasi tidak saja memenuhi tuntutan publik, tetapi juga menjadi jawaban atas kejadian luar biasa seperti pandemi sekarang ini.

Sehingga terjadi kesatuan langkah yang saling mendukung dan mengintegrasikan agenda kelitbangan antara pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota khususnya dalam menghadapi kehidupan normal baru pasca pandemi Covid-19. Dengan melalui berbagai inovasi, daerah mampu mempercepat pemulihan berbagai bidang kehidupan di Kalteng.

“Selain itu saya sangat menyadari dalam pelaksanaannya sangat membutuhkan kerja keras, kerja cerdas, tulus, ikhlas, kerja tuntas, serta komitmen kita semua dalam mengembangkan Penelitian dan Pengembangan IPTEK itu sendiri,” tandasnya. 

(Deddi)

 

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments