Kotim

Juliansyah : Pemda Buka Usaha Di Bawah BUMD

SAMPIT  - DPRD mendorong agar pemerintah daerah berani mengambil kebijakan membuka usaha dibawah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk pabrik pengolahan minyak kelapa sawit.  Salah satu manfaatnya untuk membantu petani dan juga mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua Komisi II DPRD Kotim, Juliansyah menyebutkan selama ini PAD bergantung kepada retribusi dan pajak-pajak kecil, sementara peluang yang besar belum digarap, salah satunya melalui  BUMD. Apalagi dengan peluang kelapa sawit ini sangat menjanjikan kedepannya.

“Saat ini masyarakat masih bisa menjual kepada perusahaan perkebunan yang memiliki pabrik. Ini akan jadi persoalan kedepannya jika kapasitas pengolahan pabrik itu terpenuhi dari hasil produksi kebun perusahaan tersebut,” katanya, Jumat, 18 Maret 2022.

Pertanyaannya bagaimana dengan buah masyarakat ketika perusahaan  tidak menerima buah dari luar. Disinilah peran pemerintah daerah hadir untuk bisa membangun pabrik sendiri. Investasi untuk pembangunan pabrik ini nantinya  akan jadi anggaran produktif. Setiap tahun pemerintah akan mendapatkan suntikan PAD dari usaha tersebut. 

“Sekarang BUMD kita masih sebatas urusan PDAM saja,” tukas Sekretaris DPC Gerindra Kotim itu. Juliansyah sudah menyuarakan hal itu berulang kepada pemerintah, khususnya BUMD yang ada. Namun, sejauh ini BUMD itu tidak ada pergerakan sama sekali. 

Jika memang tidak ada gerakan lakukan reposisi di struktur BUMD, sehingga BUMD ini bisa jadi kapal dengan nahkoda yang betul-betul mumpuni untuk menghasilan pundi-pundi keuangan bagi daerah.

(Huma Betang)

 

 

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments