P. Raya

Omicron, Varian Baru Covid-19 Lebih Cepat Menular Dibandingkan Virus Aslinya

Palangka Raya - Dunia dicemaskan lagi dengan munculnya varian baru Covid-19 di Afrika Selatan. Epidemiolog dari Griffifth University Australia, Dicky Budiman menyebut, varian baru Omicron tersebut disebut-sebut 5 kali lebih menular daripada virus corona asli, SARS-CoV-2 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China 2019 lalu. 

"Kalau diibaratkan varian delta (yang sempat merebak beberapa waktu lalu) yang 100% kecepatannya lebih cepat menular daripada virus liar di Wuhan, ini kemungkinannya (varian baru) Omicron bisa sampai 500% atau 5 kalinya kecepatan penularannya," jelas Dicky. Senin 31 Januari 2022. 

Dengan potensi penularan varian B.1.1.529 yang bisa mencapai 500 persen tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikan varian Omicron ini ke dalam kategori variant of concern (VoC), tanpa melalui kategori varian of interest (VoI). 

Untuk diketahui, variant of interest adalah varian SARS-CoV-2 yang ditandai dengan mutasi asam amino yang menyebabkan perubahan fenotipe virus, yang diketahui atau diprediksi dapat mengubah kondisi epidemiologi, antigeneistas, dan virulensi virus. 

Menurut Dicky, pengkategorian varian baru Omicron langsung menjadi VoC, artinya menandakan bahwa kondisi munculnya varian B.1.1.529 tersebut ini sudah sangat serius dan semua negara masih dalam keadaan rawan. 

Sebab, para ahli meyakini varian Omicron lebih menular. "Varian Omicron langsung menjadi variant of concern ini adalah satu pertanda yang sangat serius, karena umunya (varian) yang baru-baru itu jadi variant of interest dulu atau varian under investigation, tapi ini langsung lompat, artinya ini tanda amat sangat seirus," jelasnya. 

Saat ini, diketahui angka rawat inap di rumah sakit (hospitalisasi) lebih rendah dibandingkan varian Delta. Varian Omicron masih dapat terdeteksi dengan RT- PCR maupun rapid antigen. Untuk vaksin sendiri, masih banyak berperan dalam mencegah keparahan gejala dan kematian, walau diketahui efektivitasnya berkurang. Untuk terapi pengobatan, obat yang digunakan untuk varian sebelumnya masih efektif digunakan untuk Omicron. Dengan berbagai fakta baru ini, disiplin protokol kesehatan dan segerakan vaksinasi tetap jadi upaya utama untuk menghentikan penyebaran Omicron, demikian rilis resmi Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Senin 31 Januari 2022. 


(Deddi)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments