Palangka Raya - Momentum libur panjang awal Tahun 2026 dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata alam. Salah satu destinasi yang paling diminati adalah Hutan Kota Nyaru Menteng Berkah di Kota Palangka Raya, yang kembali dipadati pengunjung sejak awal Januari.
Data pengelola mencatat, jumlah kunjungan sejak 1 hingga 4 Januari 2026 mencapai kurang lebih 18.000 orang. Angka tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibanding hari biasa, bahkan kepadatan pengunjung masih terlihat hingga akhir pekan setelah perayaan Tahun Baru.
Hutan Kota Nyaru Menteng Berkah menjadi pilihan favorit karena menawarkan suasana alam yang sejuk dan nyaman. Rindangnya pepohonan serta lingkungan yang asri menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi masyarakat perkotaan yang ingin melepas penat dari rutinitas harian.
Selain sebagai lokasi rekreasi, kawasan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan. Pengunjung, khususnya anak-anak, dapat mengenal berbagai jenis flora dan fauna yang hidup di kawasan tersebut, seperti monyet, rusa, beragam jenis burung, hingga buaya yang berada di area konservasi.
Untuk menunjang kenyamanan wisatawan, fasilitas di Hutan Kota Nyaru Menteng Berkah terus dikembangkan. Tersedianya jalur pedestrian, gazebo, area parkir yang memadai, serta kafe turut memberikan pengalaman berwisata yang lebih nyaman bagi pengunjung.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, melalui Kepala Bidang Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (DAS RHL), Ansar, mengatakan tingginya angka kunjungan mencerminkan meningkatnya minat
masyarakat terhadap wisata berbasis alam dan lingkungan.
“Lonjakan pengunjung selama libur Tahun Baru menunjukkan bahwa Hutan Kota Nyaru Menteng Berkah telah menjadi ruang publik yang diminati karena menawarkan rekreasi yang sehat sekaligus edukatif,” ujar Ansar, Senin (5/1/2026).
Ia menegaskan, keberadaan hutan kota ini tidak hanya berperan sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga sebagai kawasan konservasi dan media pembelajaran lingkungan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Ansar menyampaikan bahwa Dishut Kalteng terus berupaya menjaga keseimbangan antara tingginya kunjungan wisatawan dengan kelestarian lingkungan dan satwa liar yang ada di kawasan tersebut.
“Evaluasi pengelolaan akan terus kami lakukan agar kawasan ini tetap aman, nyaman, dan berkelanjutan, tanpa mengabaikan fungsi konservasi,” katanya.
Dishut Kalteng juga mengimbau para pengunjung untuk selalu menjaga kebersihan, mematuhi aturan yang berlaku, serta tidak mengganggu satwa liar, demi menjaga kelestarian Hutan Kota Nyaru Menteng Berkah agar dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.
(Era Suhertini)
0 Comments