P. Raya

Kalteng Siap Laksanakan Program Cetak Sawah dan Swasembada Jagung 2025

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Cetak Sawah dan Swasembada Jagung Tahun 2025 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng. Rakor ini dihadiri langsung oleh Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Andi Nur Alamsyah, serta jajaran terkait.

Dalam pemaparannya, Andi Nur Alamsyah menyampaikan bahwa cetak sawah seluas 100 ribu hektare di Kalimantan Tengah akan tersebar di 10 kabupaten/kota, yakni Barito Selatan, Barito Utara, Kapuas, Katingan, Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Lamandau, Pulang Pisau, dan Seruyan.

“Lokasi ini telah memiliki dokumen Survei Investigasi Desain (SID) sebagai acuan pelaksanaan konstruksi. Selain itu, lokasi juga telah memiliki petani/penggarap, atau nantinya akan dibentuk Brigade Pangan,” jelasnya.

Untuk mendukung program ini, Kementerian Pertanian telah menyiapkan berbagai fasilitas, termasuk alat dan mesin pertanian, pupuk, dolomit, benih, pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), hingga pengawalan dan pendampingan teknis. Pemerintah pusat juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,5 triliun untuk merealisasikan program cetak sawah dan swasembada jagung tahun depan.

Andi menambahkan bahwa keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, TNI, Polri, Kejaksaan, serta masyarakat setempat.

Target Produksi Jagung 2025

Untuk komoditas jagung, sasaran produksi tahun 2025 mencakup:

  1. Luas tanam: 2,89 juta hektare
  2. Luas panen: 2,79 juta hektare
  3. Produktivitas: 59,60 kuintal/hektare
  4. Produksi jagung pipilan kering KA 28%: 22,59 juta ton
  5. Produksi jagung pipilan kering KA 14%: 16,68 juta ton

Gubernur Sugianto Sabran mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dalam program ini. Ia menegaskan bahwa Pemprov Kalteng akan bekerja sama dengan semua pihak untuk memastikan keberhasilan program cetak sawah dan swasembada jagung demi memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami optimistis program ini akan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya petani, dan memperkuat peran provinsi ini sebagai salah satu lumbung pangan nasional,” tutupnya.

(Deddi)

 

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments