P. Raya

Kepala Diskominfosantik Provinsi Kalteng: Era Society 5.0 Menuntut Bijak Dalam Bermedia Sosial

PALANGKA RAYA - Agar terwujudnya  Era Society Five Point Zero, Kepala Dinas Diskominfosantik Provinsi Kalteng memberikan literasi kepada pegawai DJPB tentang bahaya penggunaan media sosial yang tidak bijak dan memanfaatkan teknologi secara cerdas dan bijak. Hal tersebut ia sebutkan saat menyampaikan paparan pada talkshow beretika dalam interaksi dunia maya secara virtual dari gedung smart province (gsp) diskominfosantik, senin (3/4/2023).

Ia menyebut persentase penetrasi internet di Indonesia pada tahun 2021-2022 sebesar 77,02 persen, meningkat dibanding tahun 2019-2020 yang hanya 73,70 persen. Sebanyak 210.026.769 jiwa dari total populasi 272.682.600 jiwa Penduduk Indonesia yang terkoneksi internet pada tahun 2021. 

Menurut Agus Siswadi, kita telah memasuki era society five point zero yang menitikberatkan pada pembangunan masyara-kat yang dapat menikmati hidup berkualitas tinggi dengan memadukan teknologi canggih di berbagai industri dan kegiatan sosial, serta memacu inovasi guna menciptakan nilai tambah.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan talkshow ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat, khususnya pega-wai djpb, dalam menggunakan media sosial secara bijak. Ia menegaskan bahwa media sosial memiliki daya tarik yang besar bagi semua orang, sehingga orang-orang dengan mudah dapat menyebarkan informasi yang tidak pasti, bahkan pegawai pun dapat memproduksi konten yang tidak layak untuk diposting di media sosial.

Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa sangat penting untuk memberikan literasi kepada pegawai djpb agar mereka menya-dari bahaya dari penggunaan media sosial yang tidak bijak, dan bisa berdampak buruk, bahkan berujung pada masalah hukum. Agus siswadi juga menekankan bahwa semakin maju teknologi, semakin marak pula kejahatan di media sosial, sehingga penting bagi kita untuk cerdas dalam menggunakan teknologi dan memanfaatkannya secara bijak untuk keuntungan kita.

Dalam era digital, ia menegaskan bahwa seringkali jari-jari kita lebih cepat dari akal sehat kita, sehingga perlu diwaspadai. Ia juga menegaskan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat, baik dampak positif maupun negatifnya. Oleh karena itu, ia menyarankan agar kita menggunakan media sosial dengan bijak dengan cara menjaga etika, selalu waspada dan tidak mudah terpancing, tidak men-cantumkan informasi pribadi secara detail, serta bijak dalam memilih konten yang akan diposting.

(Harry)

 

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments