YOGYAKARTA - Melihat lebih jauh kebudayaan Tionghoa yang ada di Yogyakarta melalui rumah budaya Tionghoa yang ada di malioboro.Rumah budaya Tionghoa atau yang sekarang berubah menjadi museum, yang dirawat oleh Pemerintah Yogyakarta, menjadikan salah satu peninggalan keturunan etnis Tionghoa yang berada di lingkungan keraton Yogyakarta.
Memasuki daerah kampung pecinaan yang terletak di malioboro, terdapat rumah budaya Tionghoa atau yang saat ini berubah menjadi museum. Bangunan ini atau rumah ini dulunya milik seorang kapiten Tionghoa, yaitu Kapten Tan Djin Sing yang merupakan seorang Tionghoa peranakan.
Kapten Tan Djin Sing merupakan tokoh berpengaruh di Indonesia dari abad ke-18 hingga awal abad ke-19, Tan Djin Sing merupakan kapiten dari Cina yang ada di Yogyakarta, sebuah jabatan yang diberikan oleh kolonial Belanda, untuk mengatur dan mengurus komuntis Tionghoa yang ada di wilayah tersebut. Kapten Tan Djin Sing juga diberi gelar bangsawan jawa “Setjodiningrat” Oleh Sultan Hamengkubuwono II, yang menujukkan kedekatannya dengan keraton Yogyakarta.
Memasuki museum rumah Kapten Tan Djin Sing, terdapat patung Dewa Cai Shen atau Dewa Rezeki di sebelah kanan pintu masuk. Memasuki ruangan rumah kapten tan djin sing, kita dapat melihat banyak benda-benda peninggalan yang unik dan antik, seperti tempat makan atau rantang, cermin, lemari, toples dan masih banyak lainnya yang berbentuk unik dan antik. Selain itu terdapat Patung Dewa Guan Yu atau Dewa Perang.
Saat memasuki rumah Kapten Tan Djin Sing terdapat pemandu yang dapat membantu kita menjelaskan benda-benda apa saja yang ada di rumah tersebut.
Setelah kita puas mengelilingi rumah tersebut, kita bisa mencoba layanan membaca kartu tarot dengan membayar 100.00 saja , dan di akhir perjalanan kita dapat menulis harapan kita di kartu warna merah dan menggantungkannya, yang nantinya kartu tersebut akan di doakan.
(Hatalla Sinta)
0 Comments