Kalteng

Perkuat Ekonomi Pesisir, OJK Kalteng Genjot Akses Keuangan Desa Tanjung Putri

Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui perluasan akses keuangan yang inklusif. Upaya tersebut diwujudkan lewat kegiatan pra-inkubasi Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Tanjung Putri, Kabupaten Kotawaringin Barat, Senin (27/4/2026).

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga lembaga jasa keuangan. Tujuannya adalah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya nelayan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan informal yang berisiko.

Desa Tanjung Putri memiliki potensi ekonomi pesisir yang cukup besar, dengan produksi ikan mencapai sekitar 1 ton per hari. Potensi ini diperkuat dengan pengembangan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yang diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa hingga dua digit.

Meski demikian, tantangan masih terlihat pada tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat desa yang belum optimal. Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, capaian di kelompok petani dan nelayan serta wilayah perdesaan masih berada di bawah rata-rata nasional. 

Kondisi ini menjadi dasar pentingnya implementasi program EKI.

Kepala Desa Tanjung Putri, Eli Sapitri, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai EKI menjadi langkah strategis untuk membuka akses layanan keuangan formal bagi masyarakat nelayan yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau.

“Selain memperluas akses keuangan, program ini juga penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan yang legal, sehingga dapat mendorong kemandirian ekonomi desa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menegaskan bahwa program EKI tidak hanya berfokus pada akses keuangan, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan.

Menurutnya, melalui tahapan pra-inkubasi, inkubasi, hingga pasca-inkubasi, program ini dirancang secara terarah mulai dari pemetaan kebutuhan hingga penguatan keberlanjutan usaha masyarakat.

“Dengan pendekatan ini, EKI diharapkan mampu mendukung program strategis pemerintah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui literasi dan inklusi keuangan yang lebih luas,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat nelayan juga mendapatkan edukasi keuangan, mulai dari pengenalan produk jasa keuangan yang legal hingga pengelolaan keuangan yang baik. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan formal secara bijak.

Melalui kegiatan pra-inkubasi ini, Desa Tanjung Putri diharapkan dapat menjadi percontohan pengembangan desa dengan akses keuangan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah, sekaligus mendorong transformasi ekonomi masyarakat pesisir menjadi lebih mandiri dan sejahtera.

(Era Suhertini)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments