P. Pisau

Proyek Gorong-gorong di Desa Belanti Siam Dipertanyakan, REI 2 Paling Parah

​​​​​​PULANG PISAU – Sejumlah pekerjaan proyek gorong-gorong di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, menuai sorotan warga. Dari beberapa titik yang dibangun, kondisi di kawasan REI 2 disebut paling memprihatinkan karena akses jalannya kini tak bisa dilalui.

Marjito, warga setempat, mengatakan proyek gorong-gorong tersebut dikerjakan pada 2025 di beberapa lokasi. Namun sebagian besar hasil pekerjaan belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. “Ada beberapa gorong-gorong yang dibangun, tapi kondisinya memprihatinkan. Yang paling parah di REI 2,” ujarnya.

Ia menyebutkan, akses jalan di REI 2 kini seperti ditinggalkan. Kondisi tersebut sangat menyulitkan warga, terutama petani saat musim panen karena jalur angkut hasil pertanian tidak dapat dilalui dengan baik.

Selain kondisi fisik pekerjaan, warga juga mempertanyakan transparansi proyek. Pasalnya, di lokasi pekerjaan tidak ditemukan papan informasi proyek, sehingga masyarakat tidak mengetahui sumber anggaran, instansi pelaksana, maupun nilai kegiatan pembangunan gorong-gorong tersebut.

“Tidak ada plang proyek. Kami tidak tahu proyek ini dari mana,” kata Marjito.

Warga berharap pemerintah daerah dan dinas teknis terkait segera melakukan peninjauan lapangan terhadap seluruh titik proyek gorong-gorong di Desa Belanti Siam. Masyarakat juga meminta agar perbaikan segera dilakukan, khususnya di kawasan REI 2 yang kondisinya dinilai paling parah.

Menurut warga, gorong-gorong dan akses jalan yang layak sangat dibutuhkan sebagai penunjang aktivitas harian serta kelancaran distribusi hasil pertanian di wilayah Kecamatan Pandih Batu.

(Sadiyo)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments