P. Raya

Rapat Kerja Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Prov. Kalteng

Palangka Raya -  Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Herson B. Aden membuka Rapat Kerja Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) Prov. Kalteng dari Ruang Kerjanya, Sabtu 25 Juni 2022.

Adapun 9 kriteria yang dimaksud meliputi, Satu: Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi; Dua: Tata Pamong, Tata Kelola, dan Kerjasama; Tiga: Mahasiswa; Empat: Sumber Daya Manusia; Lima: Keuangan, Sarana, dan Prasarana; Enam: Pendidikan; Tujuh : Penelitian; Delapan: Pengabdian kepada Masyarakat, dan Sembilan: Luaran dan Capaian Tridharma.

“Selamat berjuang kepada para pengurus, Insya Allah Tuhan meridhoi semua niat baik dari kita,” tandasnya.

Sementara itu, Herson B. Aden saat membacakan sambutan tertulis Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo mengatakan bahwa Kalteng membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal dan kompeten pada bidangnya masing-masing dari Perguruan Tinggi yang ada di sini. SDM unggul merupakan aset berharga untuk menunjang akselerasi pembangunan di segala sektor, apalagi di Prov. Kaltim akan dibangun Ibu Kota Nusantara (IKN), yang tentunya akan mendatangkan banyak kesempatan dan tantangan.

“Kita tidak boleh hanya sekedar menjadi penonton, tetapi harus mampu menangkap berbagai peluang yang ada untuk kemajuan Kalteng. Oleh karena itu, Perguruan Tinggi di Kalteng, termasuk PTS, memiliki peran yang sangat strategis, untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing tinggi, sehingga mampu mengubah semua tantangan menjadi kesempatan, untuk memacu percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalteng,” kata Herson.

Lebih lanjut, Perguruan Tinggi Negeri pada umumnya, tidak mampu menerima semua lulusan SMA, SMK, atau Madrasah Aliyah, sehingga memerlukan partisipasi Perguruan Tinggi Swasta yang dibina oleh ABP-PTSI dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai pesan pada Pembukaan UUD’45. Jumlah mahasiswa yang terdaftar pada perguruan tinggi di Indonesia masih rendah, yaitu 31,19%, sesuai dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi tahun 2021 (berdasarkan data BPS). Persentase tersebut jauh tertinggal dari Korea Selatan sebesar 98%, Singapura sebesar 78%, dan Malaysia sebesar 50%. Untuk APK Perguruan Tinggi di Kalteng sendiri saat ini masih lebih rendah dibanding APK Nasional.

Selain itu, PTS yang ada di Kalteng saat ini berjumlah 25 Perguruan Tinggi. Jumlah tersebut masih lebih kecil dibandingkan Kalsel yang berjumlah 45 PTS, Kaltim 48 PTS, dan Kalbar sebanyak 45 PTS. Ditambah lagi, PTS di Kalteng pun masih banyak yang belum memenuhi standar nasional pendidikan tinggi.

“Kondisi ini tentunya harus mendapatkan perhatian serius dari kita semua. Untuk dapat mengejar ketertinggalan APK dan meningkatkan jumlah dan sekaligus kualitas perguruan tinggi di Kalteng, perlu peran serta semua stakeholders, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi termasuk PTS, maupun Dunia Usaha,” imbuhnya.
Herson berharap dengan banyaknya perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang Sumber Daya Alam dan BUMN/BUMD di Kalteng dapat memberikan dukungan lebih terhadap pengembangan pendidikan, salah satu contohnya menyalurkan dana CSR nya kepada ABP-PTSI guna pemenuhan standar nasional pendidikan tinggi di Kalteng.

Terakhir, Herson meminta secara khusus kepada para pengurus ABP-PTSI Kalteng, terus lakukan inovasi dan terobosan-terobosan dan upaya-upaya pembinaan, agar seluruh perguruan tinggi di Kalteng dapat memenuhi Standar Nasional Perguruan Tinggi.

“Menjadi harapan kita bersama, ABP-PTSI Kalteng mampu berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga dapat mencetak SDM Kalteng yang tangguh dan berkompeten di bidangnya masing-masing, demi kemajuan pembangunan Kalteng,” pungkasnya.

Turut hadir Sekretaris, Wakil Ketua, dan Anggota Dewan Pembina ABP PTSI Kalteng serta Pengurus ABP-PTSI Wilayah Kalteng yang baru dilantik. 


(Deddi)

 

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments