Kotim

Antisipasi perpecahan, Bupati Kotawaringin Timur Ajak Organisasi Masyarakat Dayak Bersatu

SAMPIT - Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, mengambil pelajaran berharga dari insiden di Bangkal, Kabupaten Seruyan, dan berkomitmen untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa. Insiden tersebut merenggut satu korban jiwa, menyebabkan kesedihan dan keprihatinan yang mendalam di masyarakat.

Sebagai Ketua Dewan Adat Dayak (DAD), Halikinnor mengajak seluruh organisasi masyarakat Dayak, termasuk Gerdayak Indonesia, Fordayak, TBBR, dan lainnya untuk bergabung dalam upaya penyelesaian permasalahan dengan pendekatan musyawarah.

Dengan adanya kolaborasi ini, permasalahan yang mungkin muncul dapat diselesaikan secara bersama-sama melalui Dewan Adat Dayak. Upaya ini bertujuan mencegah insiden-insiden yang berpotensi merugikan masyarakat dalam perjuangan untuk hak-hak masyarakat adat Dayak, terutama hak atas plasma.

Bupati Halikinnor juga menyebut bahwa berkat kerja sama dengan berbagai organisasi, termasuk TBBR, banyak kebutuhan plasma masyarakat telah terpenuhi di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Ia menekankan pentingnya tindakan pemerintah daerah dalam menyelesaikan ketidaksesuaian persepsi antara masyarakat dan perusahaan. Hal ini dilakukan untuk mencegah situasi yang tidak diinginkan dan mencegah konflik berlarut-larut.

(Marselinus)

 

 

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments