YOGYAKARTA - Setiap masjid memiliki tradisi tertentu dalam mengisi bulan ramadhan. Salah satunya Masjid Sabilurrosyaad, yang ada di wilayah kecamatan pandak, bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selama ramadhan, masjid yang berdiri sejak abad ke 15 ini selalu menyediakan menu takjil bubur sayur lodeh.
Seperti inilah kesibukan warga di Dusun Kauman, Wijirejo, Pandak Bantul, saat menjelang buka puasa. Mereka berkumpul di Masjid Sabilurrosyaad, untuk mendengarkan ceramah agama dari pemuka agama.
Sementara beberapa ibu dan remaja putri menyiapkan hidangan berbuka puasa, atau takjil. Uniknya, menu yang disajikan adalah bubur sayur lodeh, menu khas ramadhan yang selalu ada di masjid yang berdiri di abad ke 15 ini. Dihari biasa, pengurus masjid menyiapkan 150 sampai 200 porsi untuk warga yang berbuka puasa di masjid ini.
Namun khusus di hari Jumat, porsi bubur yang disajikan bisa mencapai 300 porsi lebih, karena banyaknya pengunjung yang datang penasaran ingin mencicipi menu takjil yang satu ini. Untuk membuat bubur sayur lodeh ini, semua bahan baku yang diperlukan seperti beras, sayur, bumbu, dan santan, diperoleh dari sumbangan warga. Terkadang ada tambahan lauk yang juga berasal dari sumbangan warga. Selain itu, juru masak masakan ini merupakan turun temurun dari beberapa keluarga.
Masjid sabilurrosyaad, dulu lebih dikenal dengan nama Masjid Kauman Wijirejo. Masjid ini merupakan peninggalan salah satu murid sunan kalijaga, bernama Raden Trenggono, cicit dari Raja Brawijaya V Raja Majapahit. Raden Trenggono ia dijuluki Ki Panembahan Bodho, karena memilih meninggalkan kemewahan hidup di Kraton, dan hidup menyendiri demi mendalami syiar agama islam. Di komplek masjid yang sudah berusia lebih dari 5 abad ini juga masih terjaga jam bancet atau jam matahari sebagai penentu waktu salat.
(Wempi Gunarto)
0 Comments