Kalteng

Dasa Wisma TP PKK dan Smart Agro Dukung Ketahanan Pangan Gumas

GUNUNG MAS - Dasa wisma dan Smart Agro, merupakan program pemberdayaan pertanian dan masyarakat yang mampu disinergikan dan dikembangkan untuk mendukung ketahanan masyarakat. Terlebih ditengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Tak heran jika program ini terus dibumikan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Gunung Mas, di Kecamatan Mihing Raya dan Sepang.

Untuk mendukung keberhasilan dan keberlangsungan program Dasa Wisma PKK Gunung Mas menggandengkan dengan program Smart Agro.

Tim TP PKK Kabupaten Gunung Mas, memberikan bantuan berupa pupuk kandang, insektisida, dan alat semprot pertanian kepada 2 kecamatan, Sepang dan Mihing Raya, Kuala Kurun baru-baru ini.

Sinergi program pemerintah daerah Smart Agro dan Dasa Wisma dapat dikerjakan seiring sejalan, karen program Dasa Wisma ini diterapkan mulai tingkat pusat hingga desa, dan di dalam Dasa Wisma sendiri ada 10 kepala keluarga (KK) yang berperan, serta melakukan aktivitas bermanfaat bagi keluarga.

Pemerintah setempat pun mewajibkan seluruh PKK kecamatan  hingga desa membentuk kelompok Dasa Wisma.

Ketua TP PKK Kabupaten Gunung Mas Mimie Mariatie Jaya S. Monong menyebut Dasa wisma sendiri  merupakan program bercocok tanam di lahan pekarangan.

”Ttanaman yang di budidayakan seperti jagung, sayur mayur, ubi, empon empon atau bumbu dapur, yang hasilnya selain di konsumsi keluarga juga dapat dijual tentu saja menghasilkan nilai tambah bagi keluarga, dan gizi keluarga pun terpenuhi dari hasil tanaman warga tersebut,” katanya, belum lama ini.

Selain itu, imbuhnya, juga  mengembangkan  peternakan yang mudah dan murah serta perawatan yang tidak terlalu rumit.

”TP PKK Gumas terus melakukan pendampingan dan pemantauan hingga berujung pada keberhasilan masyarakatnya menjalankan program Dasa Wisma dan Smart Agro ini,” ucapnya.

Smart Agro sendiri, terangnya, menciptakan petani dan pertanian berbasis tehnologi dan perubahan pola pikir masyarakat dari petani dan cara bertani  konvensional ke arah modernisasi.

(JJ)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments