Nasional

Jelang Putusan MKMK, PDIP Ingatkan Tak Boleh Konstitusi DiKorbankan untuk Kepentingan Keluarga

JAKARTA - Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) akan menyampaikan putusan soal pemeriksaan etik hakim konstitusi pada Selasa (7/11) mendatang. Pemeriksaan etik tersebut terkait putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 soal batas usia minimal capres dan cawapres.

Menanggapi proses etik yang tengah berjalan, Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyerahkan sepenuhnya kepada Mahkamah Etik. Dia meyakini Jimly Asshiddiqie akan mengambil putusan yang membela keadilan. 

“Kami percayakan sepenuhnya pada Mahkamah Etik untuk mengambil keputusan terbaik demi keadilan,” kata Hasto Kristiyanto kepada wartawan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (3/11).

Hasto menyebut MK adalah benteng penjaga demokrasi sehingga keberadaannya tidak boleh dikebiri oleh tangan-tangan kekuasaan. 

“MK itu adalah benteng demokrasi sehingga tidak boleh dikebiri,” ujar Hasto.

Lebih lanjut Hasto mengatakan tidak boleh ada satupun pihak yang memanipulasi putusan MK untuk kepentingan politik keluarga. Apalagi, mengorbankan hukum demi melanggengkan kekuasaan. 

“Tidak boleh ada manipulasi, tidak boleh hanya karna hubungan kekeluargaan kemudian hukum dikorbankan,” ujarnya.

Sebelumnya, Jimly menyebut Ketua MK Anwar Usman terbukti bersalah melanggar etik dalam memutuskan perkara Nomor 90/PPU-XXI/2023 tentang batas usia capres dan cawapres.

“Iyalah (Anwar Usman terbukti bersalah),” kata Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), Jimly Asshiddiqie, di Gedung MK, Jakarta, Jumat (3/11).

Menurut Jimly, seluruh proses sidang pemeriksaan pelapor sudah rampung. Dia mengaku saat ini seluruh bukti pelanggaran etik Anwar Usman juga sudah lengkap.

''Semua bukti sudah lengkap, baik keterengan ahli, saksi. Apalagi kita sudah ada CCTV segala macam,” ujarnya.

Jimly menilai Anwar Usman adalah hakim konstitusi yang paling bermasalah. Sebab, hal itu terlihat dari banyaknya pelaporan yang ditujukan kepada Paman Gibran Rakabuming tersebut. 

“Yang paling banyak masalah ya itu yang paling banyak dilaporkan,” pungkasnya.

 

(Samhadi)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments