Palangka Raya — Upaya memperkuat ketahanan pangan tidak dapat hanya bergantung pada aspek konsumsi, tetapi juga harus memastikan sektor produksi lokal berkembang secara optimal. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua I Komisi III DPRD Palangka Raya, Dede Andriansyah, yang menilai perlunya kebijakan daerah yang lebih pro-produksi dan didukung pasar yang adil.
Menurut Dede, beberapa persoalan ketahanan pangan justru bersumber dari lemahnya ekosistem distribusi dan rantai pasok. Karena itu, ia menilai penting adanya koordinasi yang lebih solid antar-perangkat daerah untuk memastikan komoditas lokal dapat dipasarkan dengan baik dan tidak terhambat oleh biaya distribusi yang tinggi.
Ia juga menekankan perlunya subsidi pertanian yang tepat sasaran agar petani lokal mampu meningkatkan produksi dan menjaga stabilitas harga.
“Ketahanan pangan tidak boleh hanya dilihat dari sisi konsumsi. Produksi lokal harus diperkuat dengan kebijakan yang jelas dan pasar yang berpihak pada petani,” ujar Dede. Jumat (04/7/25)
DPRD, lanjutnya, akan terus melakukan pengawasan dan mendorong pemerintah daerah agar Palangka Raya tidak bergantung pada pasokan luar daerah.
“Potensi Palangka Raya besar dan harus dioptimalkan. Kami di DPRD akan terus mengawal kebijakan agar produksi pangan lokal bisa berdiri kuat,” tegasnya.
Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan jangka panjang sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah berbagai tantangan global.
(Deddy)
0 Comments