Palangka Raya — Di tengah meningkatnya tekanan inflasi dan krisis iklim, konsep urban farming atau pertanian perkotaan dinilai menjadi salah satu solusi strategis yang perlu terus diperkuat. DPRD Palangka Raya mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk lebih serius mengembangkan pola tanam di pekarangan rumah serta lahan-lahan terbatas di wilayah perkotaan.
Wakil Ketua I Komisi III DPRD Palangka Raya, Dede Andriansyah, menyampaikan bahwa pemanfaatan pekarangan bukan sekadar upaya memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga strategi membangun kemandirian pangan masyarakat.
“Urban farming bisa mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar kota dan membantu menekan pengeluaran rumah tangga. Ini langkah nyata menghadapi ancaman inflasi dan perubahan iklim,” ujar Dede. Jumat (04/7/25)
Ia juga mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya untuk memperluas program pelatihan serta penyuluhan bagi petani, pelaku usaha mikro, dan terutama generasi muda yang memiliki minat pada inovasi pertanian.
“Pelatihan dan pendampingan penting untuk menjaga kesinambungan dan mendorong inovasi pertanian perkotaan,” tambahnya.
Dede berharap, dengan dukungan kebijakan yang tepat dan keterlibatan aktif masyarakat, urban farming dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang membantu memperkuat ketahanan pangan Kota Palangka Raya.
(Deddy)
0 Comments