Nasional

Mengenal Lebih Dalam Gedung Balai Pemuda Surabaya

SURABAYA - Seperti kita ketahui bersama saat ini, balai pemuda kini dijadikan bangunan cagar budaya yang penuh dengan kisah sejarah di Surabaya. Beberapa fungsi gedung balai pemuda saat ini adalah sebagai rumah belajar, perpustakaan, serta digunakan untuk berbagai aktivitas seperti menjadi ruang kreativitas budaya bagi warga Surabaya.

Gedung balai pemuda dibangun pada 1907 saat masa kolonial hindia Belanda. Gedung balai pemuda ini bergaya ekletisme dan gaya campuran yaitu gedung klasik romanika. Sebelumnya, gedung ini merupakan pusat rekreast orang-orang belanda untuk pesta, berdansa, dan bowling. Pada saat penjajahan belanda, balai pemuda disebut juga dengan "simpang club", atau simpangsche societit.

Setelah Indonesia merdeka, Belanda meninggalkan Indonesia pada tahun 1945 . Gedung simpang club ini dikuasi oleh Pemuda Republik Indonesia, atau sering disebut (PRI) , dan juga dijadikan markas Pemuda arek-arek Suroboyo.

Setelah mengalami banyak perubahan serta peralihan kuasa, pada tahun 2014 , pemerintah surabaya mendirikan rumah bahasa, dengan tujuan memberikan pelatihan bahasa gratis kepada masyarakat Surabaya, terutama para supir taxi, bis, becak, dan para pelajar. Adapun kelas bahasa yang yang disediakan ialah bahasa Inggris, Mandarin, Perancis, Jerman, Jepang, Thailand, Arab, Belanda, Korea, Jawa, Rusia.

Perpustakaan umum diresmikan pada bulan mei 2014, semua orang dapat menjadi anggota perpustakaan ini secara gratis. Berbagai koleksi buku tertata rapi disini.

 

(Michelle)

 

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments